Kamis, Juli 25, 2024
26.7 C
Jakarta

Salip ATM, Transaksi BNI Mobile Banking Capai Rp802 Triliun Pada 2022

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berhasil membukukan peningkatan transaksi melalui BNI Mobile Banking sebesar  30,4% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp802 triliun pada 2022. Hal itu disampaikan oleh Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati dalam paparan publik di Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Menurut wanita yang akrab disapa Susi ini, jumlah pengguna BNI Mobile Banking tahun lalu telah mencapai 13,6 juta. Angka ini melonjak sebanyak 26,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Susi menjelaskan, total nilai transaksi melalui BNI Mobile Banking telah jauh menyalip transaksi yang menggunakan ATM. Selama tahun 2022, total nilai transaksi via ATM mencapai Rp676 triliun. Adapun jumlah transaksi lewat ATM mencapai 597 juta atau tumbuh 37,6% YoY.

“Angka tersebut menunjukkan bahwa nasabah BNI terus menshifting transaksinya dari platform konvensional ke platform digital. Hal ini sejalan dengan strategi BNI untuk menjadikan BNI Mobile Banking sebagai One Stop Financial Solutions bagi nasabah,” imbuhnya.

BNI lanjut dia, memang fokus menggarap potensi bisnis nasabah di setiap aspek. Perseroan secara konsisten terus meningkatkan kapabilitas digital untuk mengembangkan berbagai solusi keuangan digital yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Selain segmen retail, BNI  juga mencatat kinerja cemerlang pada lini bisnis Wholesale Banking. Di segmen ini, BNI memiliki BNIDirect. Produk ini hadir untuk menunjang transaksi bisnis nasabah dan debitur non perorangan secara digital. BNIDirect mampu memenuhi semua kebutuhan klien dalam satu portal terintegrasi.

Sepanjang tahun 2022, demikian Susi, jumlah pengguna BNIDirect tercatat tumbuh 24,9% YoY menjadi 100.000 user. Ini diikuti oleh pertumbuhan volume transaksi sebesar 47% YoY atau setara Rp6.168 triliun. Adapun jumlah transaksi BNIDirect meningkat 18,4% YoY atau mencapai 764 juta transaksi.

Masih dari Transformasi Digital, jelas Susi, Perseroan berencana untuk mentransformasi Bank Mayora yang diakuisisi pada 2022 untuk menjadi bank digital yang berfokus pada segmen UMKM. Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Mayora tanggal 6 Januari 2023, telah menunjuk manajemen baru yang merupakan kombinasi dari profesional dan ahli dengan latar belakang perbankan, startup business, hingga financial technology.

“Pengangkatan manajemen baru Bank Mayora ini diharapkan dapat memperkuat struktur manajemen perseroan dalam melakukan transformasi bank digital sebagai penyedia solusi finansial terintegrasi berbasis digital bagi UMKM yang terdepan dan terunggul di Indonesia,” tukas Susi.

Artikel Terkait

BRI Cetak Laba Bersih Rp29,9 Triliun pada Semester I 2024

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

Terungkap! Begini Strategi BCA Jaga Likuiditas Tinggi dan Suku Bunga Stabil

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Central Asia Tbk (BCA)...

Kapan Suku Bunga BI Bisa Turun? Ini Kata Bos  BCA!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru