STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), Emiten yang bergerak di bisnis lelang (JBA), penjualan retail mobil bekas (Caroline.id), dan pegadaian (MotoGadai), berhasil mencatatkan pendapatan Rp283,6 miliar pada kuartal I 2026m meningkat 27% dari periode sama 2025 sebesar Rp 222,5 miliar.
Kinerja kuat dari segmen penjualan mobil bekas Caroline.id telah menjadi pendorong utama dari pertumbuhan pendapatan yang meyakinkan tersebut. Pada periode Januari-Maret 2026, penjualan ritel mobil bekas unit bisnis Caroline.id meraih pendapatan Rp234,4 miliar dan laba operasi Rp2,6 miliar.
Angka pendapatan tersebut meningkat 51% YoY dibandingkan pendapatan kuartal pertama 2025 yang sebesar Rp154,8 miliar. “Peningkatan pendapatan yang signifikan ini semakin bermakna karena telah membuat unit bisnis Caroline.id membukukan laba operasi pertama sebesar Rp2,6 miliar. Ini juga manjadi petunjuk bagi kami, bahwa Perseroan telah berada di jalur yang tepat untuk mencapai visi menjadi omnichannel automotive marketplace yang paling terpercaya di Tanah Air,” kata Jany Candra Presiden Direktur ASLC dalam siaran pers, Selasa 28 April 2026.
Sementara itu, unit bisnis lelang JBA mencatatkan pendapatan Rp50,1 miliar, turun dari pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp66,5 miliar. Kondisi ini merupakan efek dari turunnya pasokan mobil bekas di awal 2026 sebagai akibat dari melemahnya pembelian mobil baru di 2025.
Selain itu, peningkatan kehatian-hatian kondisi dari lembaga pembiayaan, baik itu leasing maupun bank terkait ketidakmenentuan situasi ekonomi juga memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja bisnis lelang JBA.
“Peningkatan kehati-hatian lembaga pembiayaan dalam menyalurkan pinjaman membuat jumlah kredit kepemilikan mobil yang dicairkan menurun, dan tentu saja akibatnya semakin sedikit juga jumlah mobil yang ditarik untuk kemudian dilelang karena gagal bayar,” imbuh Jany.
Namun demikian, mengingat pasar yang masih baru, bisa dipastikan akan segera hadir pasokan banyak mobil bekas bermesin ICE (Internal Combustion Engine) dan kendaraan listrik. Dari situ bisa diharapkan bahwa penurunan volume lelang ini hanya akan terjadi sementara saja, sampai paruh kedua 2026.
Harapan tambahan pendapatan juga datang dari peningkatan kemampuan lelang, dimana JBA saat ini juga sudah bisa melelang berbagai macam barang lain selain kendaraan, seperti komputer, laptop dan barang elektronik lainnya.
Selain itu, potensi tambahan pendapatan juga diharapkan juga akan datang dari bisnis besutan baru Perseroan, bisnis pegadaian (MotoGadai). Pada kuartal pertama ini, MotoGadai menyumbangkan pendapatan Rp527,6 juta.
Melihat kinerja kuartal pertama, dimana bisnis penjualan retail mobil bekas menjadi mesin utama penghasil pendapatan, ASLC bertekat untuk semakin mengoptimalkan layanan transaksi di cabang-cabang Caroline.id yang dimiliki.
Kondisi ekonomi yang masih tidak menentu akibat panasnya geopolitik membuat Perseroan harus semakin waspada dan meningkatkan perhatian pada penguatan struktur dan kinerja bisnis yang sudah ada.
“Tentu saja patut kita syukuri bahwa business model Caroline.id sebagai omnichannel mobil bekas mulai memberikan hasil. Namun, kami sadar sebagai model bisnis yang relatif baru dan masih dalam tahap pengembangan, masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Oleh karenanya, kami akan semakin giat meningkatkan kemampuan dan layanan dari setiap cabang yang ada. Dengan kinerja entitas bisnis yang semakin solid, kami optimis target pertumbuhan pendapatan 2-digit akan dapat dicapai pada tahun 2026,” ujarnya. (konrad)
