Kamis, Juli 25, 2024
25.4 C
Jakarta

Lorena Transport Optimistis Penjualan Tumbuh 20% Tahun 2022

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Eka Sari Lorena Transport Tbk optimistis dapat mencapai target pertumbuhan penjualan sebesar 20% pada 2022. Hal itu dikemukakan oleh Dwi Rianta Soerbakti MBA, Direktur Pelaksana (Managing Director) Perseroan, dalam paparan publik secara daring usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)  di Bogor, Jumat (15/7/2022).

Menurut Dwi, pihak perusahaan otobus (PO) – transportasi angkutan darat itu yakin bisa mencapai target penjualan tahun ini, karena ditopang beberapa katalis positif. Itu antara lain adalah capaian kinerja emiten dengan kode saham: LRNA pada kuartal satu 2022.

Pada kuartal satu 2022, kinerja Lorena mulai pulih yang tercermin dari kenaikan pendapatan dan penurunan rugi bersih yang signifikan. Pendapatan LRNA naik 0,82% menjadi Rp17,22 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp 17,08 miliar. Rugi bersih dipangkas 49% menjadi Rp3,64 miliar ketimbang Q1-2021 rugi Rp 7,12 miliar.

Pendapatan terbesar LRNA masih dari Bus AKAP (Antarkota-Antarprovinsi)  Rp15,08 miliar, naik dari Rp14,73 miliar. Lalu shuttle bus Rp778,50 juta, bus AKAP jarak pendek Rp749,93 juta, dan bus angkutan bandara yang naik menjadi Rp611,44 juta dari Rp485,32 juta. Jumlah aset Q1-2022 tercatat Rp241,48  miliar,  dari  Desember  2021  sebesar  Rp239,33  miliar. Sementara itu, kewajiban Perseroan Rp53,09 miliar, dan ekuitas Rp l188,39 miliar. Sehingga, rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) yakni 0,28 kali.

“Saya cukup yakin dengan target kenaikan sales 20% tahun ini tercapai. Karena di kuartal dua trennya lebih baik lagi dari kuartal satu 2022.  Pada kuartal pertama 2022, kinerja Lorena sudah mulai pulih. Rugi bisa dipangkas hingga 50%, walaupun sales belum naik,” jelas Dwi.

Dwi menambahkan, tahun lalu, pendapatan usaha LRNA mencapai Rp70,20 miliar, naik 7,92% dari tahun sebelumnya Rp65,046 miliar. Perseroan yang didirikan dengan nama awal CV Lorena tahun 1970 ini mampu menekan rugi bersih sebesar 38% menjadi Rp26,47 miliar, dari rugi bersih 2020 senilai Rp43,03 miliar. Pendapatan segmen AKAP tercatat Rp61,29 miliar di 2021, naik 9,95% dari tahun 2020 Rp55,75 miliar atau menyumbang 87,31% dari total pendapatan, naik dari kontribusi tahun 2020 yang mencapai 85,70%.

“Pendapatan kami naik sedikit, dikarenakan Perseroan melakukan efisiensi dan optimalisasi biaya. Seluruh jenis layanan yaitu segmen AKAP, AKAP Jarak Pendek trayek Jakarta- Bogor-Tangerang-Jakarta, serta segmen Bus Angkutan Bandara tahun lalu belum beroperasi secara maksimal karena turunnya demand masyarakat dan ketatnya aturan dari pemerintah di kala pandemi Covid19,” tegasnya.

Akan tetapi, lanjut dia, Perseroan menaruh harapan industri transportasi darat berpenumpang umum ini akan memiliki prospek baik dengan adanya penambahan infrastruktur. Namun, di tahun 2021, Perseroan berhasil menekan kerugian secara signifikan dan secara “Cashflow’ Perseroan sudah positif.

“Langkah pemerintah harus didukung oleh seluruh komponen masyarakat untuk mewujudkan rencana dan pelaksanaan pembangunan di segala bidang,” katanya.

Rencana Bisnis 2022

Manajemen usai RUPST PT Eka Sari Lorena Transport Tbk

Dalam kesempatan tersebut,  Dwi  Rianta Soerbakti,  MBA  memaparkan  sejumlah strategi  ekspansi  di 2022. Itu diantaranya adalah Perseroan akan memperkuat divisi rental bus guna memperoleh kontrak kerja sama dalam hal penyediaan sewa bus berjangka panjang.

Untuk divisi ini, Juni lalu, LRNA memenangkan tender pengadaan dan operator bus medium listrik dari Sinar Mas Land. Dengan tender ini, maka satu unit bus listrik LRNA akan beroperasi pada Agustus 2022 mendatang, di BSD City. Bus listrik yang akan dioperasikan Lorena yakni merek Skywell. Perusahaan menargetkan penambahan, sekaligus pengoperasian sebanyak 25 unit bus listrik selama 5 tahun.

Selain itu, Lorena juga akan memperkuat rute atau trayek jarak pendek di sekitar Jabodetabek melalui layanan Jabodetabek Residence Connection (JRC) dan Trans Jabodetabek Reguler (TJR), serta memperluas Angkutan Bandara (Jabodetabek Airport Connection/JAC) karena Perseroan melihat besarnya potensi segmen ini.

“Kami juga terus berkomitmen memperkuat trayek jarak pendek kategori Commuter Line yaitu JRC, JAC dan TJR. Kami juga memperketat rasio jumlah karyawan, memperkuat sistem e-ticketing dan menjalankan sistem Cashless Payment Method. Kami pun meyakini Divisi Rental Bus juga akan menyumbang pendapat bagi perseroan secara signifikan,” ungkap Rianta.

Rianta, mengemukakan Perseroan juga akan segera memasuki industri angkutan limbah medis. “Izin rekomendasi pengangkutan limbah bahan berbahaya dan beracun dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah didapat. Saat ini, dalam proses “due diligence” beberapa perusahaan yang mungkin akan menjadi mitra dari PT Lorena,” imbuhnya.

Tahun lalu, beberapa strategi bertahan yang diterapkan di antaranya efisiensi di semua bidang, menutup jurusan-jurusan yang tak lagi menguntungkan dan memperkuat jurusan-jurusan jarak pendek dan bersifat “Commuter Line”.

Artikel Terkait

Harga Saham Tembus Rp10.000, Begini Respon Bos BCA Soal Stock Split!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Harga saham PT Bank Central Asia...

Buat Modal Kerja, GOTO Siap Gelar Private Placement 120,14 Miliar Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk...

Meski Sempat Naik, IHSG Kembali Berakhir Melemah

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru