Selasa, Januari 13, 2026
25.3 C
Jakarta

Menanti Ketuk Palu The Fed dan Data Inflasi China, Bursa Asia Ditutup Bervariasi

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (10/12/2025) waktu setempat. Para investor tampak berhati-hati. Mereka tengah mencermati rilis data inflasi terbaru dari China serta menanti keputusan penting terkait suku bunga dari Federal Reserve (The Fed).

Mengutip CNBC International, indeks CSI 300 di China daratan ditutup melemah 0,14% ke level 4.591,83. Penurunan ini terjadi usai data harga konsumen China diumumkan. Tercatat, harga konsumen naik tipis 0,7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Ini merupakan level tertinggi sejak Februari tahun lalu. Angka tersebut menyusul kenaikan 0,2% pada Oktober. Capaian ini sesuai dengan prediksi kenaikan 0,7% dalam jajak pendapat ekonom Reuters.

Di sisi lain, harga di tingkat pabrik atau produsen turun 2,2% pada November dibandingkan tahun sebelumnya. Realisasi ini meleset dari perkiraan penurunan 2%. Hal ini memperpanjang tren deflasi di sektor tersebut memasuki tahun keempat. Sebagai perbandingan, penurunan pada Oktober tercatat sebesar 2,1%.

Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong terakhir terpantau diperdagangkan menguat 0,22%. Sebaliknya, Indeks Shanghai Composite (SSEC) turun 0,23% atau berkurang 9,026 poin menjadi 3.900,496.

Beralih ke Jepang, Indeks Nikkei 225 kehilangan 0,1% dan berakhir di posisi 50.602,8. Namun, indeks Topix justru mampu menguat 0,12% ke level 3.389,02.

Koreksi juga terjadi di Korea Selatan. Indeks Kospi turun 0,21% menjadi 4.135. Namun, saham berkapitalisasi kecil di indeks Kosdaq berhasil naik 0,39% ke level 935.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 tidak banyak berubah dan bertengger di angka 8.579,4. Begitu pula dengan Indeks Nifty 50 India yang melemah 0,32% atau turun 81,65 poin ke posisi 25.758,00.

Fokus utama para pedagang saat ini tertuju pada pengumuman suku bunga The Fed di Amerika Serikat. Ini merupakan keputusan terakhir bank sentral AS tersebut tahun ini.

Pasar secara luas berharap The Fed akan memangkas suku bunga pinjaman acuan sebesar 0,25 poin persentase lagi. Langkah ini akan menyamai pemangkasan yang telah dilakukan pada September dan Oktober lalu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Salip Apple, Valuasi Induk Google Alphabet Tembus USD 4 Triliun Berkat AI

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Induk perusahaan Google, Alphabet, mencetak...

Dow Jones dan S&P 500 Kompak Cetak Rekor Tertinggi Baru Meski Bos The Fed Diselidiki

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Kospi Korea Selatan Cetak Rekor Tertinggi, Bursa Saham Asia Kompak Menghijau

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru