STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup variatif pada akhir perdagangan Senin (11/5/2026) waktu setempat. Investor mencermati kebuntuan terbaru dalam negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham unggulan di kawasan Eropa naik tipis 0,11% ke level 612,79.
Pergerakan indeks utama di kawasan menunjukkan hasil beragam. Indeks FTSE MIB Italia melonjak 0,76% ke posisi 49.664,95. FTSE 100 Inggris menguat 0,36% ke level 10.269,43. DAX Jerman naik tipis 0,05% ke posisi 24.350,28.
Sebaliknya, CAC 40 Prancis turun 0,69% ke level 8.056,38 dan IBEX 35 Spanyol melemah 0,21% ke posisi 17.852,50.
Saham-saham sektor pertahanan Eropa mengalami tekanan setelah pembicaraan damai di Timur Tengah tampak menemui jalan buntu. Padahal, sentimen perdamaian sempat mendorong penguatan pasar pada pekan lalu.
Saham Rheinmetall turun 2,7%. Renk Group merosot 3,8%. Leonardo S.p.A. melemah 3%, sedangkan Hensoldt anjlok 3%. Babcock International Group juga turun 1,7%.
Pembalikan arah ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa proposal balasan Iran untuk mengakhiri konflik tidak dapat diterima.
Teheran sebelumnya mengusulkan penghentian perang di semua lini serta pencabutan sanksi ekonomi terhadap negaranya. Namun, Trump menolak proposal tersebut melalui platform media sosial Truth Social.
“SAMA SEKALI TIDAK BISA DITERIMA!” tulis Trump.
Ketegangan meningkat setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa perang dengan Iran belum berakhir. AS dan Israel tetap berkomitmen membatasi ambisi nuklir Teheran.
Sentimen pasar juga dipengaruhi pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang menyebut konflik di Ukraina mulai menunjukkan titik terang setelah berlangsung selama empat tahun.
Putin menyampaikan pernyataan tersebut usai parade militer Hari Kemenangan di Moskow.
“Operasi militer khusus akan segera berakhir,” ujar Putin.
Meski demikian, militer Ukraina melaporkan adanya serangan pesawat tak berawak Rusia pada akhir pekan. Serangan tersebut dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata selama dua hari.
Situasi geopolitik yang memanas mendorong harga minyak dunia naik pada perdagangan Senin. Minyak mentah Brent menguat 2,4% menjadi US$103,77 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,3% ke level US$97,57 per barel.
Pelaku pasar kini menantikan kunjungan Trump ke China pada akhir pekan ini. Dalam agenda tersebut, Trump dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping untuk membahas perdagangan, kontrol ekspor tanah jarang, dan perkembangan geopolitik global.
