OPMS Ekspansi ke FMCG, Garap 16 Lini Bisnis Pangan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Emiten perdagangan logam bekas kapal PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) menyiapkan manuver besar tahun ini. Perseroan melakukan diversifikasi usaha ke 16 lini bisnis baru. Aksi korporasi tersebut telah mendapatkan persetujuan pada Desember 2025. Penambahan kegiatan usaha bertujuan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan perusahaan. Selain itu, langkah ini diharapkan memberikan nilai optimal bagi seluruh pemegang saham.

Lini bisnis baru OPMS akan berfokus pada industri pangan. Sektor ini mencakup perdagangan gula, cokelat, kembang gula, kopi, teh, dan kakao. Perseroan juga merambah perdagangan makanan dan minuman hasil pertanian, buah-buahan, telur, susu, serta produk olahannya.

Perusahaan asal Surabaya ini turut menjajal perdagangan besar komoditas pokok lainnya. Daftar usaha baru meliputi perdagangan beras, sayuran, hingga minyak dan lemak nabati. OPMS juga akan menjual daging ayam, daging sapi, roti, serta berbagai jenis kue kering dan basah.

Direktur OPMS Rubbyanto Handaja Kusuma menjelaskan perkembangan ini. Tenaga ahli dan pendapatan dari unit usaha baru akan masuk dalam laporan keuangan Kuartal 4 (Q4) 2025. Laporan tersebut rencananya terbit paling lambat pada 31 Maret 2026.

“Untuk kedepannya Perseroan akan lebih berfokus pada lini bisnis baru di bidang Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dibanding penjualan besi scrap. Namun Perseroan akan tetap berusaha mengoptimalkan supply chain dan mendapatkan rantai pasok besi scrap yang stabil guna meningkatkan pendapatan Perseroan di segmen tersebut,” jelas Rubbyanto, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Strategi diversifikasi ini dinilai mampu mendongkrak fundamental perusahaan di masa depan. Analis memprediksi kenaikan pendapatan akan mendorong potensi dividen yang lebih tinggi. Minat investor terhadap saham OPMS pun diperkirakan terus meningkat.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memberikan pandangannya terkait jaringan distribusi perusahaan. OPMS memiliki keunggulan jaringan yang terfokus di wilayah Madura dan Jawa Timur. Hal ini mempermudah perseroan menjalin kerja sama dengan berbagai prinsipal baru.

“Penambahan kegiatan usaha baru ini membuka peluang Perseroan untuk menjalin kerjasama dengan beberapa principal baru kedepannya. Dengan jaringan distribusi yang terfokus di Wilayah Madura dan Jawa Timur, Perseroan memiliki peluang distribusi, sekaligus memperkuat rantai pasok pangan regional,” ujar Herditya.

Pelaku pasar menyambut baik rencana besar ini. Harga saham OPMS telah melonjak 163,38% dalam enam bulan terakhir hingga Selasa (6/1/2026). Aktivitas beli berskala besar memicu spekulasi munculnya investor strategis atau mitra kerja sama operasi baru.

Herditya menyoroti pola transaksi saham perseroan yang stabil dan berulang. Kondisi ini memberikan sinyal masuknya pemodal institusional ke dalam perusahaan. Diversifikasi 16 lini bisnis baru menjadi katalis positif bagi pergerakan harga saham ke depan.

“Bila dilihat dari pola transaksinya yang stabil dan berulang, bisa dilihat ini menunjukkan adanya kemungkinan pihak institusional yang mulai masuk. Hal ini bisa menjadi sentimen baik bagi pergerakan saham OPMS ke depannya seiring dengan diversifikasi 16 lini bisnis baru yang telah disetujui,” tutur Herditya.

OPMS telah berdiri sejak 2012 dan menjadi pemain sentral dalam industri besi skrap nasional. Operasional perusahaan meliputi jual beli besi tua, daur ulang, hingga pemotongan kapal. Kini, transformasi ke bidang FMCG diharapkan menjadi motor pertumbuhan baru bagi perseroan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Kuartal II 2026, PPRO Operasikan Lapangan Padel di Grand Lagoon Surabaya, Sasar Generasi Muda

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT PP Properti Tbk (PPRO), terus memperkuat...

Jus Sehat Elvira Mendunia Lewat Reseller, Bukti Sukses Ekosistem Ultra Mikro BRI Group

STOCKWATCH.ID (DEPOK) – Segelas jus kedondong segar dan cincau...

Gebrakan Digital BRI: Bayar UTBK SNBT Kini Makin Praktis dan Aman Lewat BRImo

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru