STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama lima hari pekan ini (13-17 April 2026) mengalami peningkatan,yaitu dari 7.500,187 ke level 7.634,004. Sementara itu, kapitalisasi pasar bursa pada Jumat (17/4/2026) tercatat sebesar Rp13.661.137 triliun, naik dari Rp13.364.066 triliun, Senin (13/4/2026).
Di tengah penguatan IHSG, terpantau 5 saham emiten teratas di Top Gainers dalam lima hari pekan ini (13-17 April 2026) adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA), PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA), PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN), dan PT Intermedia Capital Tbk (MDIA).
Dalam periode tersebut di atas, harga saham BNBR naik Rp98 atau melejit 79,03% menjadi Rp222 per unit. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 23,8 miliar unit senilai Rp4,3 triliun. Frekuensi transaksi saham BNBR sebanyak 803.026 kali. Net foreign sell (NFS) di saham BNBR tercatat Rp52,3 miliar.
Posisi kedua, ditempati oleh saham BAPA yang terangkat Rp59 atau meningkat 77,63% menjadi Rp135 per saham. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 2 miliar unit senilai Rp279,2 miliar. Frekuensi transaksi saham BAPA sebanyak 118.772 kali. Net foreign buy (NFB) di saham BAPA tercatat Rp239,4 juta.
Berikut, saham KRYA naik Rp35 atau menguat 66,64% menjadi Rp90 per saham. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 911,9 juta unit senilai Rp70,9 miliar dengan frekuensi sebanyak 47.387 kali. Net foreign sell (NFS) di saham KRYA tercatat sebesar Rp1,6 miliar.
Keempat diduduki saham PSDN yang naik Rp71 atau melejit 59,17% menjadi Rp191 per unit. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 783,1 juta unit senilai Rp138,7 miliar. Frekuensi transaksi saham PSDN sebanyak 66.454 kali. Net foreign sell (NFS) di saham PSDN tercatat sebesar Rp158,5 juta.
Terakhir (kelima), saham MDIA terangkat Rp26 atau menguat 52% menjadi Rp76 per saham. Volume saham yang ditransaksikan sebanyak 2,8 miliar unit senilai Rp191,3 miliar dengan frekuensi sebanyak 73.283 kali transaksi. Net foreign sell (NFS) di saham MDIA tercatat sebesar Rp3,9 miliar.
