Sabtu, Juli 20, 2024
33.5 C
Jakarta

Pefindo Terima Mandat Pemeringkatan Surat Utang Rp43,5 Triliun pada Januari 2023

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –  PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah menerima mandat untuk memeringkat surat utang korporasi senilai Rp43,5 triliun hingga 31 Januari 2023. Hal itu disampaikan oleh Niken Indriarsih, Kepala Divisi Pemeringkatan Non Jasa Keuangan I Pefindo, di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Niken, surat utang yang berasal dari 37 perusahaan tersebut, belum dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan institusi, sebanyak 21 perusahaan pemberi mandat itu merupakan korporasi non-BUMN dengan total emisi mencapai Rp20,150 triliun. Adapun 16 perusahaan sisanya dengan total penerbitan sebanyak Rp23,354 triliun adalah BUMN dan anak usaha serta BUMD.

Niken menjelaskan, bila dirinci berdasarkan jenis surat utang yang ditawarkan emiten kepada investor, itu antara lain terdiri dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) emisi baru senilai Rp12,35 triliun. Berikutnya, PUB obligasi lanjutan sekitar Rp11,2 triliun. Selain itu, Pefindo juga menerima mandat pemeringkatan sukuk Rp11,17 triliun, obligasi senilai Rp5,4 triliun, dan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) sebesar Rp2,77 triliun. Terakhir, mandat yang diperoleh adalah memeringkat instrument investasi sekuritisasi sebesar Rp600 miliar.

Dari 37 perusahaan yang memberi mandat kepada Pefindo, demikian Niken, paling banyak berasal dari sektor multifinance. “Ada tujuh perusahaan multifinance dengan jumlah emisi mencapai Rp6,7 triliun,” papar Niken, ditulis Rabu (15/2/2023).

Meski miltifinance merupakan perusahaan yang paling banyak menerbitkan surat utang, namun bila dilihat dari sisi jumlahnya, emisi, terbesar datang dari sektor perbankan sebesar Rp7,1 triliun. Padahal, jumlah bank yang akan menerbitkan obligasi tercatat baru 3 perusahaan.

Untuk diketahui, sepanjang tahun lalu, jumlah penerbitan surat utang nasional mencapai Rp163,63 triliun, meningkat ketimbang  Rp113,069 triliun pada periode yang sama tahun 2021. “Tahun lalu, mandat yang diterima Pefindo mencapai Rp132,69 triliun,” tandas Niken.

Artikel Terkait

Usai Diakuisisi Jinxin Singapore, Anak Usaha Bundamedik Siap Taklukkan Pasar IVF Indonesia dan Asean!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Morula Indonesia (MI), anak perusahaan...

Akuisisi 30% Saham Anak Usaha BMHS, Jinxin Singapore Rogoh Kocek Rp422,030 Miliar!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -  PT Bundamedik Tbk (BMHS) telah menyelesaikan...

KSEI Tambah 8 Bank Baru! 23 Bank Kini Jadi Administrator RDN dan Pembayaran

STOCKWATCHNEWS.COM (JAKARTA) – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru