STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (3/6/2026) waktu setempat. Investor tengah mencermati proposal Amerika Serikat (AS) terkait pengenaan tarif baru yang luas terhadap 60 negara.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,5% ke posisi 621,19. Sebagian besar sektor regional berakhir di zona merah. Indeks CAC 40 Perancis turun 0,71% ke level 8.150,42. FTSE MIB Italia merosot 1,07% ke posisi 50.038,16.
Indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,40% ke level 10.332,30. DAX Jerman terkoreksi 1,31% ke posisi 24.795,94. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol berkurang 0,53% ke level 18.176,00.
Sentimen negatif datang dari jatuhnya saham Akzo Nobel sebesar 17,2%. Penurunan tajam ini terjadi setelah rencana pengambilalihan oleh Nippon Paint dan Sherwin-Williams batal. Perusahaan pemilik merek Dulux tersebut sebelumnya menolak tawaran akuisisi tunai senilai 73 Euro (85 USD) per saham.
Akzo Nobel menilai tawaran tersebut tidak mencerminkan nilai dan prospek jangka panjang perusahaan. Pihak manajemen menyebut rencana itu menawarkan “kepastian transaksi yang tidak memadai” atas pemisahan bisnis. Mereka juga menganggap para pemegang saham “tidak dilindungi secara memadai.”
Tekanan pasar semakin berat setelah Kantor Perwakilan Dagang AS meluncurkan rencana tarif tambahan hingga 12,5% bagi 60 mitra dagang. Langkah ini menyasar negara-negara yang dinilai gagal melarang barang hasil kerja paksa. Target utamanya mencakup China, Uni Eropa, dan Jepang.
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menegaskan situasi ini tidak bisa diterima. Menurut Greer, hal ini menciptakan persaingan yang tidak adil bagi pekerja Amerika.
“Kegagalan mitra dagang terpenting kami untuk menangani impor barang yang dibuat dengan kerja paksa tidak dapat diterima. Hal ini menciptakan dinamika di mana pekerja Amerika terpaksa bersaing secara global di lapangan permainan yang tidak setara,” ujar Jamieson.
Seorang juru bicara Uni Eropa menyebut alasan di balik rentetan tarif terbaru AS tersebut tidak dapat dibenarkan. Pihak Uni Eropa menyatakan tetap berada di jalur yang tepat untuk memastikan implementasi komitmen tarif sesuai pernyataan bersama pada akhir Juni mendatang.
Investor juga terus memantau perkembangan perang AS-Iran setelah ketegangan kembali meningkat. Washington menuduh Teheran meluncurkan serangan baru meskipun gencatan senjata tetap berlaku. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dalam sebuah wawancara Iran telah setuju untuk tidak memiliki senjata nuklir. Namun, Trump menambahkan pemerintah di Teheran masih bisa mengubah pikiran mereka.
Di tengah pelemahan pasar, saham pemilik Zara yaitu Inditex justru naik lebih dari 1%. Penjualan perusahaan ritel asal Spanyol ini tumbuh 5,8% menjadi 8,7 miliar Euro (10,1 miliar USD). Laba bersih Inditex juga melonjak 5,4% menjadi 1,38 miliar Euro, sesuai dengan estimasi analis.
Kabar buruk lainnya datang dari sektor keuangan. Saham Partners Group anjlok 16,3% setelah membatasi penarikan investor di salah satu dana ekuitas swastanya. Langkah raksasa pasar swasta global ini mencerminkan tekanan penebusan dana yang terjadi baru-baru ini di ruang kredit swasta AS.

