spot_img

Nikkei Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas menguat pada penutupan perdagangan Rabu (3/6/2026). Indeks Nikkei 225 Jepang sukses mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Investor tampak mengabaikan ketidakpastian negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Mengutip CNBC International, ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan Iran telah memasang ranjau di sebagian besar wilayah Selat Hormuz. Pengumuman ini disampaikan dalam penampilan pertamanya di hadapan Kongres sejak perang Iran pecah pada 28 Februari.

“Mereka menembaki kapal komersial dan mereka telah menambang sebagian besar Hormuz — perairan internasional,” ujar Rubio kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat.

Seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan Pentagon telah menghancurkan banyak ranjau. Militer AS juga melumpuhkan lebih dari 40 kapal pemasang ranjau. Selat Hormuz merupakan jalur air yang sangat kritis bagi pasar energi global. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati selat tersebut sebelum perang meletus.

Indeks Nikkei 225 Jepang mengakhiri sesi perdagangan dengan lonjakan 2,50% ke level 68.402,13. Indeks Topix yang lebih luas juga naik 1,83% ke posisi 3.996,20. Performa gemilang ini terjadi saat pasar Asia lainnya bergerak bervariasi.

Di China daratan, indeks CSI 300 naik 0,49% menjadi 4.938,81. Namun, indeks Hang Seng di Hong Kong justru merosot 1,62% pada jam terakhir perdagangan. Sementara itu, bursa saham Korea Selatan tutup karena hari libur.

Bursa Australia juga mendarat di zona hijau. Indeks S&P/ASX 200 naik 0,70% ke level 8.785,70. Australia melaporkan pertumbuhan PDB sebesar 2,5% secara tahunan untuk tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut meleset dari ekspektasi ekonom sebesar 2,6%.

Pertumbuhan ekonomi Australia tertekan oleh pengeluaran rumah tangga yang lebih lemah. Konsumsi pemerintah yang rendah serta gangguan cuaca buruk pada industri pertambangan turut memicu perlambatan. Di India, indeks Nifty 50 turun 0,83% dan BSE Sensex melemah 0,90%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

S&P 500 Futures Tergelincir, Investor Pantau Konflik Timur Tengah dan Kinerja Emiten Cip

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Pasar saham berjangka Amerika Serikat...

Konflik AS-Iran Memanas, Dow Jones Anjlok 600 Poin Akibat Tekanan Minyak

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Ancaman Tarif Baru AS Bayangi Bursa Eropa, Saham Induk Dulux Terpuruk 17%

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru