spot_img

Penjualan Terkoreksi, Mark Dynamics (MARK) Catat Laba Rp283 Miliar dan Aset Rp1,02 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp283,91 miliar pada 2025. Perolehan ini terkoreksi tipis 0,93% jika dibandingkan Rp286,57 miliar pada 2024.

Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2025, emiten produsen cetakan sarung tangan ini mencatat penjualan neto sebesar Rp837,31 miliar. Angka tersebut menyusut 7,99% dari Rp909,99 miliar pada tahun sebelumnya.

Penjualan MARK didominasi oleh pasar ekspor yang menyumbang Rp651,57 miliar. Sementara itu, pasar lokal memberikan kontribusi sebesar Rp185,75 miliar. Produk cetakan sarung tangan tetap menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai Rp726,29 miliar.

Meski pendapatan turun, Perseroan berhasil menekan beban pokok penjualan sebesar 11,39% menjadi Rp414,96 miliar dari Rp468,33 miliar. Alhasil, laba bruto tercatat sebesar Rp422,35 miliar pada 2025.

Manajemen MARK juga melakukan efisiensi pada pos beban usaha. Total beban usaha turun dari Rp88,20 miliar menjadi Rp72,59 miliar. Penurunan ini didorong oleh beban umum dan administrasi yang terpangkas menjadi Rp62,37 miliar dari sebelumnya Rp79,06 miliar.

Laba per saham dasar Perseroan tercatat sebesar Rp74,70 pada 2025. Nilai ini sedikit di bawah capaian tahun 2024 yang sebesar Rp75,40 per saham.

Ridwan, Presiden Direktur MARK, menjelaskan adanya dinamika pada beberapa pos keuangan. Salah satunya adalah kenaikan piutang usaha yang mencapai Rp218,89 miliar.

“Kenaikan piutang usaha disebabkan adanya kenaikan penjualan di bulan November dan Desember 2025,” ujar Ridwan dalam keterbukaan informasi, Senin (20/7/2026).

Dari sisi neraca, total aset MARK tumbuh 7% menjadi Rp1,02 triliun per 31 Desember 2025, dibandingkan Rp955,84 miliar pada akhir 2024. Aset lancar mencapai Rp494,56 miliar, sedangkan aset tidak lancar sebesar Rp528,19 miliar.

Total liabilitas Perseroan naik 27% menjadi Rp120,12 miliar dari Rp94,94 miliar. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan utang bank jangka pendek sebesar 621% menjadi Rp56,52 miliar.

Ridwan menyebut kenaikan ini dilakukan untuk menunjang operasional. “Terdapat kenaikan utang bank jangka pendek dikarenakan adanya penarikan KMK pada bulan Desember 2025 untuk operasional perusahaan,” jelasnya.

Sementara itu, ekuitas MARK tetap kuat dengan posisi Rp902,63 miliar per Desember 2025, tumbuh dari Rp860,90 miliar pada tahun 2024. Perseroan juga tercatat membagikan dividen kas sebesar Rp266 miliar sepanjang tahun 2025.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Perangi Scam dan Judi Online, BRI, PERBANAS, OJK dan Komdigi Perkuat Sinergi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS) bersama Otoritas...

Keluar dari Zona Rugi, FASW Bukukan Laba Bersih Rp87,66 Miliar di Semester I 2026,

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW)...

PP Persero (PTPP) Cetak Laba Rp193,46 Miliar pada Semester I 2026, Melonjak 196,5%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT PP Persero Tbk (PTPP) berhasil membukukan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru