Rabu, Desember 17, 2025
27.9 C
Jakarta

Wall Street Ambruk! Dow Jones Terjun Bebas 748 Poin, Terparah di 2025!

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street mengalami tekanan besar pada penutupan perdahangan Jumat (21/2/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (22/2/2025) WIB. Pasar saham Amerika Serikat (AS) ini mencatat hari terburuk sepanjang tahun 2025.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York anjlok 748,63 poin atau 1,69% menjadi 43.428,02. Penurunan ini membawa total kerugian dalam dua hari terakhir menjadi sekitar 1.200 poin. Indeks S&P 500 (SPX) merosot 104,39 poin atau 1,71% menuju level 6.013,13. Indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, melemah tajam sekitar 438,36 poin atau 2,2% mencapai 19.524,01. Sentimen negatif melanda pasar setelah data ekonomi AS menunjukkan perlambatan pertumbuhan dan inflasi yang masih tinggi.

Para investor mulai panik setelah indeks sentimen konsumen University of Michigan turun drastis menjadi 64,7 pada Februari. Angka ini turun hampir 10% dari bulan sebelumnya, lebih buruk dari perkiraan. Konsumen semakin khawatir terhadap kenaikan inflasi yang dipicu oleh potensi tarif baru. Survei tersebut menunjukkan ekspektasi inflasi lima tahun ke depan naik menjadi 3,5%, tertinggi sejak 1995.

Data lainnya menunjukkan penjualan rumah di AS turun lebih dari perkiraan menjadi 4,08 juta unit. Indeks pembelian sektor jasa AS juga masuk ke zona kontraksi, menambah kekhawatiran tentang kondisi ekonomi.

Investor semakin waspada menjelang akhir pekan, khawatir dengan kebijakan tarif baru yang mungkin diumumkan pemerintahan Trump. Sejak menjabat sebulan lalu, Trump telah menggulirkan berbagai kebijakan ekonomi yang mengguncang pasar.

Saham Walmart turun 2,5% setelah perusahaan memberikan proyeksi keuangan yang lebih lemah dari perkiraan. Hal ini memperburuk sentimen terhadap prospek ekonomi dan daya beli konsumen.

Investor kawakan Steve Cohen juga menambah ketidakpastian dengan komentarnya dalam sebuah konferensi di Miami. Ia memperkirakan koreksi besar akan terjadi akibat kebijakan tarif dan pemotongan anggaran pemerintah.

Saham teknologi seperti Nvidia dan Palantir terkena dampak paling parah, sementara investor beralih ke aset yang lebih aman. Saham Procter & Gamble naik 1,8%, sedangkan General Mills dan Kraft Heinz melonjak lebih dari 3%.

Dalam sepekan terakhir, S&P 500 turun sekitar 1,7%, sementara Dow Jones dan Nasdaq sama-sama melemah 2,5%. Sektor defensif seperti barang konsumsi, utilitas, dan kesehatan menjadi primadona di tengah ketidakpastian ekonomi.

“Dari 20 saham dengan performa terbaik di S&P 500 hari ini, semuanya berasal dari sektor defensif,” kata Larry Tentarelli, analis pasar dari Blue Chip Daily Trend Report. “Ketika ada kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi, investor cenderung beralih ke sektor yang lebih stabil.”

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Tertekan, S&P 500 Merah Tiga Hari Beruntun Akibat Data Tenaga Kerja

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Eropa Tergelincir, Saham Pertahanan Anjlok Gara-gara Kabar Damai Ukraina

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa berakhir melemah pada...

Bursa Asia Anjlok Berjamaah, Saham Korea Selatan Pimpin Kejatuhan

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru