spot_img

Antrean IPO BEI Mendadak Berkurang, 3 Perusahaan Keluar dari Pipeline?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Jumlah perusahaan dalam antrean (pipeline) pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penyusutan. Berdasarkan data terbaru, kini hanya tersisa 12 calon emiten yang bersiap melantai di bursa.

Padahal, pada posisi 22 Mei 2026, jumlah perusahaan dalam pipeline mencapai 15 calon emiten. Artinya, terdapat tiga perusahaan yang keluar dari daftar rencana penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna memberikan penjelasan terkait fenomena ini. Ia menyebut ada beberapa alasan mengapa jumlah calon emiten tersebut bisa berkurang.

“Ada yang revisi laporan keuangan menggunakan LK terbaru, ada yang masih membutuhkan kelengkapan dokumen, ada yang belum disetujui,” kata Nyoman di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Hingga 5 Juni 2026, BEI mencatat baru ada satu perusahaan yang berhasil melantai di bursa. Perusahaan tersebut adalah PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) yang dicatatkan dan mulai diperdagangkan di BEI, Jumat (10/4/2026). Emiten baru ini sukses menghimpun dana segar sebesar Rp0,30 triliun.

Dilihat dari skala asetnya, mayoritas calon emiten dalam pipeline saat ini masuk kategori besar. Sebanyak 8 perusahaan memiliki aset di atas Rp250 miliar.

Sementara itu, 4 perusahaan lainnya masuk kategori aset skala menengah. Nilai asetnya berada di antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar. Saat ini, tidak ada satu pun calon emiten dengan aset skala kecil di bawah Rp50 miliar dalam daftar.

Jika dirinci per sektor, komposisi calon emiten mengalami perubahan signifikan dibanding data Mei lalu. Sektor Consumer Cyclicals dan Healthcare mendominasi antrean masing-masing sebanyak 3 perusahaan atau 25%.

Berikut adalah rincian sektor 12 perusahaan dalam pipeline per 5 Juni 2026:

  • 3 Perusahaan sektor Consumer Cyclicals (25.0%)
  • 3 Perusahaan sektor Healthcare (25.0%)
  • 2 Perusahaan sektor Consumer Non-Cyclicals (16.7%)
  • 2 Perusahaan sektor Infrastructures (16.7%)
  • 1 Perusahaan sektor Financials (8.3%)
  • 1 Perusahaan sektor Technology (8.3%)

Terdapat beberapa sektor yang kini kosong dari daftar pipeline. Sektor-sektor tersebut meliputi Basic Materials, Energy, Industrials, Properties & Real Estate, serta Transportation & Logistic.

Sebagai pembanding, pada 22 Mei 2026, sektor Energy masih memiliki 1 calon emiten. Sektor Technology juga berkurang dari 2 perusahaan menjadi 1 perusahaan. Begitu pula dengan Consumer Non-Cyclicals yang menyusut dari 3 menjadi 2 perusahaan.

Nyoman menegaskan proses verifikasi dokumen dan kepatuhan terhadap aturan bursa menjadi kunci utama. Hal ini bertujuan agar setiap perusahaan yang melantai benar-benar memenuhi kriteria yang ditetapkan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Chandra Asri (TPIA) Dongkrak Porsi Saham Publik  Jadi 25,7%, Perkuat Nilai Pasar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA )- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengumumkan...

IHSG Pagi Ini Anjlok 4,42% ke 5.347,237, Bareng Bursa Asia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

BEI Pantau Ketat Enam Saham Ini Gara-gara Harga Merosot Tak Wajar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang memberikan perhatian...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru