spot_img

Dukung Transformasi ke Segmen Konsumer, BBNI Suntik Modal BNI Multifinance Rp400 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-Manajemen PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengumumkan, pihaknya telah melakukan penambahan modal disetor PT BNI Multifinance (BNI MF) sebesar Rp400 miliar jadi Rp698,413 miliar dari Rp298,413 miliar, Selasa (12/12).

Okki Rushartomo, Sekretaris Perusahaan BBNI, dalam keterangan tertulis di Jakarta,  Kamis (14/12) mengemukakan, transaksi tersebut  bertujuan untuk memperkuat permodalan BNI Multifinance (BNI MF).

“Penambahan modal juga untuk mendukung transformasi yang tengah dilakukan oleh BNI Multifinance untuk berfokus pada segmen konsumer,” kata Okki.

Okki menjelaskan, penambahan modal BNI Multifinance akan berdampak positif terhadap kinerja konsolidasi yang diperoleh dari peningkatan bisnis anak usaha tersebut dan melengkapi layanan dari Grup Perseroan. Aksi korporasi ini, lanjutnya, telah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Okki mengingatkan, transaksi ini merupakan transaksi afiliasi yang cukup dilaporkan saja ke OJK. Bank Negara Indonesia (BBNI) merupakan pemegang saham utama dan pengendali langsung atas BNI Multifinance.

Komposisi pemegang saham BNI Multifinance setelah penambahan modal yakni Bank Negara Indonesia (BBNI) sebesar Rp698,413 miliar (99,9983%) dan Koperasi Karyawan BNI Multifinance (BNI MF) sebesar Rp18,151 juta (0,0017%).

Seperti diketahui, Manajemen BNI Multifinance menargetkan pembiayaan investasi sebesar Rp1,2 triliun pada tahun 2024.  Untuk mencapai target tersebut, Perseroan memiliki strategi , antara lain dengan menggarap captive BNI, debitur dealer komersial, serta menambah team fleet. Sementara itu, total pembiayaan BNI Mulfinance hingga bulan November 2023 mencapai Rp2,65 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Masuk Peringkat 132 Bank Terbesar Dunia Versi The Banker, Ini Catatan Kinerja Solid BRI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau...

Kredit Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Pastikan Industri Perbankan Tangguh Hadapi Ketidakpastian Global

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pertumbuhan kredit perbankan terus menunjukkan peningkatan...

PEFINDO: Penerbitan Surat Utang Semester I Capai Rp87,3 Triliun, Outlook 2026 Tembus Rp196,8 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) mencatat...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru