Provident Investasi Bersama Tawarkan Bunga Obligasi 8% dan 9,75% per Tahun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM), perusahaan holding di bidang investasi melakukan penawaran obligasi berkelanjutan II tahap II tahun 2024 senilai Rp1,250 triliun pada 19 Maret 2024. Demikian dikemukakan Lim Na Lie, Sekretaris Perusahaan PALM dalam informasi tambahan prospektus penawaran umum obligasi yang diumumkan di Jakarta, Selasa (19/3/2024).

Lim mengemukakan, obligasi PALM terdiri atas seri A senilai Rp452 miliar berjangka waktu 367 hari dengan bunga tetap 8% per tahun, dan seri B senilai Rp202,635 miliar dengan tenor tiga tahun dan bunga tetap 9,75% per tahun.

Adapun sisa pokok obligasi yang ditawarkan senilai Rp595,365 miliar akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort). Bila jumlah dalam penj aminan kesanggupan terbaik (best effort) tidak terjual sebagi an atau seluruhnya, maka atas sisa yang tidak terjual tersebut tidak menjadi kewajiban Perseroan untuk menerbitkan obligasi tersebut.

Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan, di mana bunga oObligasi pertama akan dibayarkan pada 21 Juni 2024, sedangkan bunga obligasi terakhir sekaligus pelunasan obligasi akan dibayarkan pada 28 Maret 2025 untuk obligasi seri A dan pada 21 Maret 2027 untuk obligasi seri B. Pelunasan masing-masing seri obligasi akan dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo.

Menurut Lim, dijadwalkan penjatahan dan distribusi obligasi secara elektronik masing-masing pada 20 Maret 2024 dan 21 Maret 2024. Obligasi PALM ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 Maret 2024.

Lim mengemukakan, seluruh dana yang diperoleh dari penawaran umum obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk dua keperluan. Pertama, sebesar US$70 juta atau sekitar Rp1,094 triliun akan digunakan oleh Perseroan untuk melakukan pembayaran dipercepat atas pokok utang Perseroan kepada United Overseas Bank Limited (Bank UOB) berdasarkan perjanjian fasilitas untuk fasilitas kredit bergulir sebesar US$75 juta pada 31 Agustus 2023 antara Perseroan sebagai peminjam dan Bank UOB sebagai pemberi pinjaman dan arranger (Perjanjian Fasilitas Kredit Bergulir US$75 juta).

Pada 27 Februari 2024, Perseroan telah melakukan penarikan sebesar US$70 juta atau sekitar Rp1,094 triliun. Perseroan akan melakukan pembayaran pokok utang sebesar US$70 juta atau sekitar Rp1,094 triliun, sehingga saldo kewajiban Perseroan dalam Perjanjian Fasilitas Kredit Bergulir US$75 juta setelah pembayaran dapat menjadi nihil.

“Asumsi nilai kurs yang digunakan untuk mentranslasi kewajiban keuangan dalam mata uang Dolar AS adalah nilai kurs transaksi tengah Bank Indonesia per 27 Februari 2024 sebesar Rp15.635/US$,” katanya.

Kedua, sisanya akan digunakan oleh Perseroan untuk penyetoran modal kepada PT Suwarna Arta Mandiri (PT SAM) yang akan menyebabkan Perseroan akan tetap memiliki 99,99% kepemilikan saham dalam PT SAM, yang selanjutnya akan digunakan untuk mengembangkan lima portofolio investasi dalam bentuk pembelian saham pada satu atau lebih perusahaan tercatat di sektor sumber daya alam, teknologi, media dan telekomunikasi, dan/atau logistik, atau efek bersifat ekuitas lainnya.

 

Penyetoran modal kepada PT SAM akan dilakukan secara bertahap oleh Perseroan sesuai dengan kebutuhan dana PT SAM untuk pengembangan portofolio investasi. “Ditargetkan akan selesai seluruhnya paling lambat pada kuartal kedua tahun 2024,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Darwin Indigo Mengundurkan Diri dari Kursi Presiden Komisaris CEKA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Darwin Indigo resmi mengundurkan diri dari...

Beri Tiga Arahan Strategis, BP BUMN Minta Telkom Tuntaskan Streamlining Tahun Ini

STOCKWATCH.ID (BANDUNG) – Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru