Bursa Asia-Pasifik Berakhir Beragam, Investor Waspadai Deadline Tarif Trump!

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik berakhir beragam pada penutupan perdagangan Senin sore (24/3/2025) waktu setempat. Investor masih mencermati kebijakan tarif AS yang akan berlaku pada 2 April mendatang.

Mengutip CNBC International, di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik tipis 0,07% ke 7.936,9. Sementara itu, bursa Korea Selatan mengalami pergerakan campuran. Indeks Kospi turun 0,42% ke 2.632,07, sedangkan indeks kecil Kosdaq naik 0,11% ke 720,22.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,18% ke 37.608,49, sementara indeks Topix turun lebih dalam, yakni 0,47% ke 2.790,88.

Di Hong Kong, Hang Seng Index melonjak 0,91% ke 23.905,56. Bursa China daratan juga mencatat penguatan, dengan CSI 300 naik 0,51% ke 3.934,85. Pergerakan positif ini terjadi setelah Perdana Menteri China, Li Qiang, memperingatkan meningkatnya ketidakstabilan global dan mendesak negara-negara untuk lebih terbuka dalam perdagangan.

Sementara itu, pasar saham AS pekan lalu berhasil menguat setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan masih ada “kelonggaran” terkait kebijakan tarif. Namun, ia tetap menegaskan bahwa batas waktu penerapan tarif resiprokal tetap pada 2 April.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harapan Damai Perang Iran Muncul, Indeks Dow Jones Melejit 1.100 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Perang Iran Berlarut, Bursa Saham Eropa Cetak Kinerja Bulanan Terburuk Sejak 2022

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Trump Ingin Akhiri Perang Iran, Bursa Saham Asia Mayoritas Melemah

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Mayoritas bursa saham di kawasan Asia-Pasifik...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru