Kinerja Keuangan PKPK Pulih, Dari Rugi Berbalik Laba Rp15,9 Miliar padai 2024

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) telah mengumumkan hasil kinerja keuangan Perseroan tahun 2024. PKPK berbalik laba Rp15,9 miliar pada 2024, dari tahun sebelumnya rugi sebesar Rp6,1 miliar.

Pendapatan PKPK mencapai Rp187 miliar pada 2024, melonjak 323,53% dari tahun 2023. “Kunci keberhasilan PKPK terletak pada strategi yang tepat sasaran dan penguatan sektor-sektor bisnis yang lebih menguntungkan, juga  berkat kontribusi positif dari entitas anak, PT Tri Oetama Persada (TRIOP),” kata Irma Eugenia, Sekretaris Perusahaan PKPK dalam siaran pers, Senin (14/4/2025).

Menurut Irma,TRIOP merupakan entitas anak dari PKPK yang bergerak di bidang pertambangan Batubara yang telah memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUPOP) di Kalimantan Tengah, dimana PKPK mempunyai kepemilikan saham pada TRIOP secara tidak langsung sebanyak 69,96%.

Irma mengatakan, sejak PKPK memperluas jangkauan usahanya melalui akuisisi anak usaha di sektor pertambangan, Perseroan mampu  mengoptimalkan potensi pasar dan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.

Sekedar informasi, PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) didirikan pada tahun 1983 untuk mendukung operasional blok minyak dan gas. Klien perusahaan ini antara lain PT Vico Indonesia, Total E&P Indonesie, Salamander Energy Ltd, PT EMP Kangean, dan PT Pamapersada Nusantara.

Bisnis perusahaan terdiri atas empat unit, yaitu pertambangan, peralatan, penyiapan lahan, dan konstruksi. Tidak hanya melayani perusahaan lokal, tetapi juga kebutuhan luar negeri seperti Thailand, Filipina, Malaysia, dan Taiwan. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wujudkan Mimpi Hunian: BTN Salurkan 6 Juta KPR dan Cetak Laba Rp1,1 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

Triwulan I 2026, Pendapatan dan Laba Eastparc Hotel (EAST) Kompak Tumbuh

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pendapatan bersih PT Eastparc Hotel Tbk (EAST)...

Pefindo Kantongi Mandat Surat Utang Rp66,28 Triliun per Maret 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengantongi...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru