Harga Emas Naik Lagi, Investor Berburu Safe Haven di Tengah Ketidakpastian Global

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (18/7/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (19/7/2025) WIB. Kenaikan ini dipicu oleh pelemahan nilai tukar dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian global. Kondisi tersebut mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas.

Mengutip CNBC International, harga emas spot naik 0,4% menjadi US$3.353,25 per troy ounce Sementara itu, kontrak emas berjangka AS juga naik 0,4% ke posisi US$3.359,70 per troy ounce

Analis Marex, Edward Meir, menjelaskan kenaikan logam mulia terjadi secara menyeluruh berkat pelemahan dolar. “Di sektor logam mulia, ada kenaikan di semua lini berkat dolar yang lebih lemah,” kata Meir.

Dolar AS turun 0,5% sehingga membuat emas menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Kondisi ini biasanya meningkatkan permintaan emas di pasar global.

Kekhawatiran pasar terhadap pertumbuhan utang AS dan isu tarif turut memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai. “Kekhawatiran soal pertumbuhan utang AS dan update tarif kemungkinan akan menjaga perhatian terhadap emas, dan sejauh ini, batas bawah harga terlihat masih kuat,” ujar Suki Cooper, analis logam mulia dari Standard Chartered Bank.

Di sisi kebijakan, Indonesia masih merampungkan detail kesepakatan perdagangan barunya dengan Amerika Serikat. Sementara itu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan kepada Perdana Menteri Jepang bahwa “kesepakatan yang baik” mungkin tercapai.

Dari sisi kebijakan suku bunga, Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak berencana memecat Ketua The Fed Jerome Powell, meski tetap mengkritik karena belum memangkas suku bunga. Pasar memperkirakan akan ada dua kali pemangkasan suku bunga di AS tahun ini, dengan total sebesar 50 basis poin.

Emas biasanya menguat saat ketidakpastian ekonomi meningkat dan suku bunga turun, karena tidak memberikan imbal hasil dan menjadi pilihan investor untuk menjaga nilai aset.

Sementara itu, harga platinum justru melemah 0,8% ke posisi US$1.432 per ons troi, setelah sempat menyentuh level tertingginya sejak Agustus 2014.

David Wilson, analis senior komoditas dari BNP Paribas Markets 360, memperkirakan permintaan fisik dan perhiasan dari China akan melemah sehingga bisa menekan harga platinum pada kuartal III 2025.

Harga palladium juga terkoreksi 0,7% ke level US$1.271,08, sedangkan harga perak naik 0,4% menjadi US$38,26 per troy ounce

Meskipun kekhawatiran jangka panjang terhadap pertumbuhan kendaraan listrik dan pasokan daur ulang terus membayangi, sentimen terhadap palladium di China masih positif. Dr. Jonathan Butler dari Mitsubishi Corp menyebut peningkatan kandungan katalis kendaraan di China berpotensi terjadi menjelang penerapan regulasi emisi China 7 pada 2028.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas Dunia Terbang Lebih dari 1%, Ternyata Ini Pemicunya

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia menguat lebih dari...

Israel Siap Bernegosiasi dengan Lebanon, Lonjakan Harga Minyak Dunia Langsung Mereda

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia berakhir menguat pada...

Masa Sulit untuk LPG Sudah Lewat, Begini Penjelasan Bahlil Lahadalia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemerintah memastikan bahwa pasokan energi nasional...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru