back to top

Saham DADA Diburu! Ada Bau-Bau Akuisisi Raksasa Properti Jepang?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) kini mencuri perhatian pasar. Pergerakannya disebut mirip dengan perjalanan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), yang pernah melesat ribuan persen usai aksi korporasi besar terungkap.

DADA tercatat memiliki rekam jejak hukum bersih. Tidak ada catatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) maupun pailit. Kondisi ini menjadi daya tarik bagi investor besar yang mengutamakan kepatuhan hukum.

Aktivitas perdagangannya juga melonjak. Meski harga saham masih tergolong “kelas perak”, nilai transaksi harian sudah menembus miliaran rupiah. Lonjakan transaksi di harga rendah kerap menjadi sinyal akumulasi oleh investor bermodal besar.

Isu yang beredar menambah panas suasana. DADA disebut tengah menjalin pembicaraan dengan raksasa properti Jepang, seperti Kajima Corporation dan Mitsubishi Estate. Kedua nama besar ini dikenal sangat selektif dan hanya mau berinvestasi di perusahaan dengan fundamental kuat.

Kondisi ini mengingatkan pada perjalanan PANI di masa lalu. PANI awalnya bergerak dari harga rendah, disusul lonjakan transaksi, kemudian muncul isu akuisisi. Setelah pengumuman resmi, harga sahamnya melesat ribuan persen. Saat ini, DADA menunjukkan pola awal yang mirip, meski belum ada konfirmasi resmi.

“Pasar modal selalu meninggalkan jejak. Saat ini, pola yang terbentuk di DADA terlalu mirip dengan PANI untuk diabaikan,” kata Michael Wijaya, Edukator Komunitas Saham @ber_investasi, Rabu (13/8/2025).

Jika akuisisi benar terjadi, DADA berpotensi menjadi kendaraan ekspansi proyek properti berskala besar di Indonesia. Hal ini bisa mendorong valuasi perusahaan naik signifikan dan memberi peluang keuntungan berlipat bagi investor yang masuk lebih awal.

Fenomena ini terkait dengan tren backdoor listing, yaitu proses masuknya entitas baru ke bursa lewat akuisisi perusahaan tercatat tanpa melalui IPO. Strategi ini sering memicu lonjakan harga, tapi juga menyimpan risiko besar.

Investor disarankan memastikan pihak pengakuisisi memiliki kegiatan usaha nyata dan bukan perusahaan cangkang. Perlu waspada juga jika saham masuk kategori Full Call Auction (FCA) karena bisa memengaruhi likuiditas.

“Di balik gemerlap lonjakan harga saham, ada cerita yang tak selalu terlihat. Di pasar modal, setiap peluang emas selalu datang bersama tantangan yang harus diantisipasi dengan bijak,” ujar Michael.

Dengan valuasi rendah, fundamental solid, dan potensi masuknya investor strategis global, DADA kini masuk radar sebagai kandidat transformasi besar di bursa. Meski begitu, analisis mendalam dan manajemen risiko tetap jadi kunci bagi investor yang ingin memanfaatkan peluang ini.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Inilah 5 Saham Top Gainers dalam Pekan Ini, Ada JAYA, BNBR dan DIVA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama lima...

Ramayana Lestari (RALS) Siap Alihkan 203.513.800 Lembar Saham Hasil Buyback ke Pengendali

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk...

Logisticsplus (LOPI) Raih Kontrak Jasa Angkutan Semen Bag dari SMCB, Segini Nilainya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT  Logisticsplus International Tbk (LPOI) telah menandatangani perjanjian...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru