STOCKWATCH.ID (CIKARANG) – PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang dan pengelola kawasan terpadu modern Kota Deltamas, mencatat prapenjualan sebesar Rp580 miliar pada semester I 2025.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto, mengatakan, pra penjualan pada semester pertama tahun 2025 telah dicapai Perseroan sekitar 32% dari target tahun ini. “Capaian prapenjualan pada periode ini didominasi oleh sektor industri data center dan FMCG dengan kontribusi sebesar 69% pada sektor data center,” ujarnya, dalam keterangan resmi, di Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Menurut Tondy, di tengah ketidakpastian ekonomi global, permintaan lahan industri DMAS tetap tinggi. “Ada permintaan lahan industri sekitar 75 hektar dengan komposisi lebih dari separuhnya berasal dari sektor data center,” ujarnya.
Tingginya permintaan tersebut diikuti langkah DMAS memperkuat layanan. Pada awal 2025, perusahaan mengoperasikan Security, Fire, and Command Center (SFCC) di kawasan GIIC Kota Deltamas. Fasilitas ini menjadi pusat pengendalian operasi keamanan sekaligus sistem antisipasi darurat secara real time berbasis teknologi.
DMAS juga menunjukkan dukungan pada target Net Zero Emission 2060 dan program pemerintah Zero Run Off Water Discharge. Perusahaan telah mengoperasikan Water Treatment Plant (WTP) Recycle internal untuk mengelola dan mengolah air secara mandiri.
Selain itu, sejak awal tahun, DMAS mengoperasikan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) berbasis prinsip Zero Waste. Fasilitas ini menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk mengolah sampah organik dan non-organik menjadi kompos mentah dan biomassa. Botol plastik bekas hasil pilahan dikirim sebagai bahan baku ke pabrik semen mitra.
Perseroan menegaskan komitmennya dalam menghadirkan Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern yang ramah lingkungan sekaligus pusat aktivitas regional di timur Jakarta.
