back to top

BI, Cadangan Devisa November 2025 Naik 0,13% Jadi US$150,1 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Ramdan Denny Prakoso Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Idonesia (BI), menyampaikan, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2025 tercatat sebesar US$150,1 miliar, naik 0,13% dibandingkan posisi pada akhir Oktober 2025 sebesar US$149,9 miliar.

Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut antara lain bersumber dari penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, di tengah kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai respons BI dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat.

Menurut Ramdan, posisi cadangan devisa pada akhir November 2025 setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap kuat didukung oleh prospek ekspor yang tetap terjaga serta arus masuk penanaman modal asing yang diprakirakan terus berlanjut sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

“BI terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (08/12/2025).

- Advertisement -

Artikel Terkait

Kelola Sampah Bogor Raya, Danantara Tunjuk Zhejiang Weiming Jadi Mitra PSEL

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Danantara Indonesia mengumumkan mitra terpilih untuk mengelola...

Setahun Danantara, Prabowo Tekankan Tata Kelola Aset Negara; BRI Salurkan 5.500 Paket Sekolah

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Danantara Indonesia menandai satu tahun perjalanan...

Kejar Swasembada Energi, Presiden Prabowo Kebut Proyek Raksasa PLTS 100 GW

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pemerintah Indonesia makin agresif meninggalkan energi...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru