STOCKWATCH.ID (BANDUNG) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggandeng Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk memperkuat ekosistem kampus melalui peningkatan edukasi finansial, pengembangan sumber daya manusia, riset, hingga pembukaan peluang karier bagi mahasiswa.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman terkait pemanfaatan dan pelayanan produk serta jasa perbankan di sela kuliah umum yang digelar di Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Rabu (10/6).
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, generasi muda saat ini memiliki tingkat kesadaran finansial yang semakin baik. Namun, mereka masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kapasitas ekonomi dan mengambil keputusan keuangan jangka panjang.
“Banyak Gen Z yang sudah sadar finansial, tetapi tantangannya adalah bagaimana meningkatkan kapasitas ekonomi dan mengambil keputusan finansial yang tepat,” ujar Nixon dikutip Kamis (11/6).
Menurut Nixon, berbagai fenomena gaya hidup seperti doom spending, fear of missing out (FOMO), fear of other people’s opinions (FOPO), dan you only live once (YOLO) perlu diimbangi dengan pemahaman finansial yang memadai.
Selain itu, generasi muda juga perlu mewaspadai risiko aktivitas negatif seperti judi online yang dapat mengganggu kondisi keuangan.
Dalam kesempatan tersebut, Nixon menekankan pentingnya memahami perbedaan antara utang produktif dan utang konsumtif. Menurutnya, utang yang tepat dapat membantu seseorang membangun aset dan meningkatkan kesejahteraan di masa depan.
“Utang harus dihitung dengan cermat. Utang yang benar adalah ketika setelah lunas kita merasa lebih kaya karena memiliki aset yang nilainya meningkat. Jangan sampai mengambil utang untuk sesuatu yang habis sebentar, tetapi kewajibannya berjalan panjang. Misalnya utang untuk liburan satu minggu tapi cicilannya 5 tahun,” kata Nixon.
Ia menambahkan, kepemilikan rumah menjadi salah satu bentuk keputusan finansial jangka panjang yang perlu dipersiapkan sejak dini. Kebutuhan hunian terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan kenaikan nilai aset.
“Inflasi pasti akan terjadi. Karena itu generasi muda perlu mulai merencanakan masa depan finansialnya, termasuk memiliki aset yang nilainya terus naik seperti rumah,” ujarnya.
Nixon menjelaskan, BTN saat ini terus melakukan transformasi menuju beyond mortgage dengan menghadirkan layanan finansial yang lebih lengkap. Layanan tersebut mencakup tabungan, transaksi digital melalui aplikasi balé by BTN, hingga pembiayaan perumahan.
Menurut Nixon, perkembangan digitalisasi membuat industri perbankan mengalami perubahan dan semakin terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat.
“Dulu bank berada di belakang, sekarang bank ikut membangun ekosistem. Ke depan sektor keuangan dan sektor riil akan semakin menyatu karena digitalisasi,” ujar Nixon.
Melalui kerja sama dengan Unpad, BTN juga memperkuat pengembangan ekosistem kampus melalui pemanfaatan layanan perbankan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan pendidikan dan riset.
Perseroan juga membuka kesempatan bagi mahasiswa Unpad untuk memperoleh pengalaman industri melalui program magang. Selain itu, mahasiswa berpeluang bergabung menjadi talenta BTN melalui berbagai program rekrutmen, termasuk Officer Development Program (ODP).
“Kampus adalah salah satu ekosistem penting yang menunjang ekonomi bangsa. Hubungan antara kampus dan bank harus saling memberikan manfaat. BTN siap mendukung mulai dari layanan finansial, perumahan karyawan maupun dosen, magang, rekrutmen, hingga pengembangan pendidikan,” kata Nixon.
Sementara itu, Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurut Arief, kerja sama dengan BTN menjadi salah satu upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia praktis.
“Kerja sama ini untuk mendukung apa yang bisa kami sumbangkan bagi dunia praktis. Bersama BTN, kolaborasi dilakukan mulai dari dukungan fasilitas, magang, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia,” ujar Arief.
Ke depan, BTN berencana terus memperluas kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi guna membangun generasi muda yang memiliki kemampuan finansial yang kuat sekaligus siap menghadapi kebutuhan industri masa depan.

