spot_img

Harga Minyak Dunia Anjlok 3% Setelah Jalur Selat Hormuz Kembali Pulih

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 3% pada akhir perdagangan Selasa (9/6/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (10/6/2026) WIB. Penurunan harga ini dipicu oleh kabar pulihnya lalu lintas pengiriman minyak di jalur kunci dunia.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman terbaru turun 2,97%. Harga minyak acuan global ini ditutup pada level USD 91,45 per barel, di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh 3,4%. Minyak WTI berakhir pada posisi USD 88,20 per barel, di New York Mercantile Exchange.

Sekretaris Energi AS, Chris Wright, memberikan laporan terbaru terkait kondisi Selat Hormuz. Ia menyebut lalu lintas kapal melalui jalur tersebut meningkat sangat signifikan. Wright meyakini ekspor minyak melalui Hormuz akan terus merangkak naik.

Presiden Donald Trump turut memberikan sinyal positif kepada pasar. Ia menyebut kesepakatan dengan Tehran untuk membuka kembali Selat Hormuz tinggal menghitung hari. Kesepakatan tersebut diprediksi tercapai dalam dua atau tiga hari kedepan.

Pernyataan Trump ini muncul meski tensi sempat kembali memanas. Trump menuduh Iran menembak jatuh helikopter Apache milik AS yang sedang berpatroli. Ia memastikan dua pilot helikopter tersebut dalam kondisi selamat dan tidak terluka.

Ketegangan antara Iran dan Israel juga mulai mereda. Kedua negara menyatakan telah menghentikan aksi saling serang. Trump dikabarkan menekan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, agar menahan diri dari serangan balasan lanjutan.

Analis dari JPMorgan menilai volume minyak yang melewati Selat Hormuz sebenarnya lebih besar dari yang terlihat. Mereka memperkirakan ada sekitar 2 juta barel per hari yang keluar melalui kapal tanker. Kapal-kapal ini diduga mematikan transponder agar tidak terlacak secara publik.

“Meskipun ada blokade laut yang sedang berlangsung dan penurunan tajam lalu lintas komersial, volume minyak mentah dan produk minyak bumi yang mengejutkan tampaknya masih transit di Selat tersebut,” tulis analis JPMorgan dalam catatannya.

Sebelumnya, harga minyak dunia sempat melonjak hingga 30% sejak akhir Februari lalu. Kenaikan terjadi setelah Iran menyerang kapal tanker dan memasang ranjau di jalur laut. Hal ini sempat memicu gangguan pasokan minyak terbesar sepanjang sejarah.

Trump merespons tindakan tersebut dengan memberlakukan blokade laut pada pelabuhan-pelabuhan Iran. Langkah ini bertujuan menekan Iran agar bersedia melakukan negosiasi kesepakatan baru.

Meski saat ini harga cenderung turun, para analis industri tetap memberikan peringatan. Harga minyak berpotensi melonjak kembali pada akhir tahun ini. Penurunan stok cadangan global dan puncak permintaan musim panas menjadi faktor pendorongnya.

Ketersediaan stok global saat ini masih menjadi bantalan bagi pasar. Namun, persediaan tersebut diperkirakan akan menyusut dengan cepat dalam beberapa bulan mendatang. Hal ini dapat memicu lonjakan harga jika kesepakatan damai permanen belum tercapai.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Aksi Jual Melanda Pasar, Harga Emas Dunia Tergelincir Jelang Rilis Data Inflasi

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa...

Harga Emas Menguat Tipis, Gencatan Senjata Israel-Iran Redakan Tekanan Pasar

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga emas dunia kembali stabil pada...

Konflik Iran-Israel Memanas, Harga Minyak Dunia Sempat Terbang 5%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia bergerak fluktuatif pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru