back to top

Menkeu Purbaya: Direksi Baru BEI Harus Berani Basmi Saham Gorengan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan kriteria khusus bagi calon Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode mendatang. Ia menekankan pentingnya keberanian pimpinan bursa dalam membersihkan pasar dari praktik manipulasi saham. Hal ini disampaikan Purbaya usai menghadiri Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2026.

Purbaya menegaskan calon pemimpin bursa harus paham betul seluk-beluk pasar modal. Selain itu, kemampuan mengembangkan basis investor juga menjadi sorotan utamanya. Namun, integritas dalam menjaga pasar tetap menjadi poin paling krusial.

“Dia harus bisa ngerti pasar dan bisa mengembangkan base dari investor retail dan institusi di sini. Dan yang paling penting adalah mereka punya komitmen yang kuat untuk membersihkan pasar dari para penggoreng saham yang nggak bertanggung jawab,” ujar Purbaya saat ditemui awak media di Gedung BEI, Jakarta.

Sebagai informasi, pemilihan Direksi BEI untuk periode 2026–2030 diperkirakan berlangsung pada pertengahan tahun ini. Agenda tersebut mengacu pada siklus masa jabatan direksi periode 2022–2026. Ketentuan ini juga selaras dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pengangkatan direksi baru dijadwalkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Rapat ini biasanya digelar pada akhir Juni. Direksi BEI periode saat ini diangkat pada RUPS 29 Juni 2022. Dengan demikian, masa jabatan mereka akan berakhir pada 29 Juni 2026.

Proses pemilihan umumnya dimulai beberapa bulan sebelum RUPST. Anggota Bursa mulai melakukan konsolidasi untuk menyusun paket calon direksi pada Januari hingga Februari 2026. Sesuai regulasi, pencalonan harus diajukan dalam satu paket oleh sedikitnya 10 Anggota Bursa.

Tahap berikutnya berlangsung pada Maret hingga April 2026. Pada periode ini, paket calon direksi disampaikan kepada OJK beserta dokumen pendukung. OJK selanjutnya menjalankan uji kemampuan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap para calon pada Mei hingga Juni 2026.

OJK akan mengumumkan nama-nama calon direksi terpilih memasuki pertengahan Juni 2026. Nama tersebut kemudian diajukan ke RUPST guna mendapatkan persetujuan pemegang saham.

Sejumlah direksi petahana masih memiliki peluang untuk kembali mencalonkan diri. Mereka baru menjalani satu periode jabatan dari batas maksimal dua periode atau delapan tahun. Nama-nama tersebut antara lain Direktur Utama BEI Iman Rachman dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Irvan Susandy. Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko Sunandar serta Direktur Pengembangan Jeffrey Hendrik juga masih berpeluang.a

- Advertisement -

Artikel Terkait

Inilah 5 Saham Top Gainers dalam Pekan Ini, Ada JAYA, BNBR dan DIVA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama lima...

Ramayana Lestari (RALS) Siap Alihkan 203.513.800 Lembar Saham Hasil Buyback ke Pengendali

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk...

Logisticsplus (LOPI) Raih Kontrak Jasa Angkutan Semen Bag dari SMCB, Segini Nilainya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT  Logisticsplus International Tbk (LPOI) telah menandatangani perjanjian...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru