Perkuat Modal Anak Usaha, Bintang Oto Global (BOGA) Serap Dana IPO Rp145,3 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bintang Oto Global Tbk (BOGA) melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Hingga periode 31 Desember 2025, emiten perdagangan dan jasa ini telah menyerap dana sebesar Rp145,3 miliar.

Perseroan sebelumnya meraup hasil bruto penawaran umum perdana sebesar Rp185,4 miliar pada 19 Desember 2016. Setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp5,4 miliar, BOGA mengantongi hasil realisasi bersih senilai Rp180 miliar.

Direktur BOGA, Johan, menyampaikan rincian tersebut dalam dokumen resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Bersama ini kami lampirkan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Periode 31 Desember 2025,” tulis Johan dalam suratnya, Rabu (14/1/2026).

Dana publik tersebut mengalir untuk memperkuat modal sejumlah entitas anak. Perseroan menyetor Rp55 miliar atau 100% dari rencana awal kepada PT Surya Anugerah Gempita. Modal ini digunakan untuk pembelian tanah, pembangunan showroom, bengkel di Madiun, serta modal kerja.

PT Bintang Perkasa Mobilindo juga menerima setoran modal penuh senilai Rp25 miliar. Dana ini dialokasikan guna pembangunan showroom mobil beserta bengkel di Klaten dan kebutuhan modal kerja perusahaan.

Peningkatan modal pada PT Semesta Arjuna Gemilang telah terealisasi sebesar Rp62,3 miliar. Angka ini mencapai 89% dari rencana Rp70 miliar. Dana tersebut difokuskan untuk pembangunan showroom mobil bekas dan bengkel di wilayah Jabodetabek.

Sementara itu, realisasi dana bagi PT Bintang Artha Global baru menyentuh angka Rp3 miliar. Jumlah ini setara 10% dari rencana awal sebesar Rp30 miliar. Alokasi ini ditujukan untuk pembelian unit kendaraan baru guna disewakan.

Sisa dana IPO saat ini masih tercatat sebesar Rp34,7 miliar. Perseroan menempatkan seluruh sisa dana tersebut dalam instrumen Deposito pada pihak ketiga. Jangka waktu penyimpanan instrumen ini adalah satu bulan dengan tingkat bunga atau bagi hasil sebesar 4%.

Rincian biaya penawaran umum sebesar Rp5,4 miliar mencakup beberapa pos pengeluaran jasa profesional. Biaya jasa penjaminan emisi atau underwriting fee menelan dana Rp1,018 miliar. Biaya jasa penjualan tercatat sebesar Rp511,266 juta.

Perseroan juga mengalokasikan Rp2,270 miliar untuk biaya jasa profesi dan lembaga penunjang pasar modal. Sisanya sebesar Rp1,600 miliar digunakan sebagai biaya lain-lain yang berkaitan langsung sebagai biaya emisi.

Seluruh penggunaan dana ini sesuai dengan rencana dalam prospektus perseroan. BOGA tetap berkomitmen menjaga transparansi pengelolaan dana publik sesuai kaidah keterbukaan informasi pasar modal.

- Advertisement -

Artikel Terkait

MSCI Masih Singgung Risiko Downgrade? Ini Kata BEI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – MSCI sempat mengancam akan menurunkan posisi...

Ekspansi Usaha, Adiwarna Anugerah (NAIK) Dirikan Anak Usaha Baru di Singapura

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Adiwarna Anugerah  Abadi Tbk (NAIK) mendirikan...

Merdeka Battery (MBMA) Lunasi Pokok dan Bunga Obligasi III 2025 Seri A Senilai Rp841,620 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru