STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Direktur Utama sekaligus pemegang saham pengendalli PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC), Djonny Saksono menambah kepemilikan dengan memborong 188.800 lembar saham emiten manufaktur yang memproduksi dan menjual tembakau iris ini pada tanggal 02 Februari 2026.
Seperti dikutip dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan Manajemen ke BEI, Rabu (04/2/2026), Djonny Saksono membeli saham ITIC di harga Rp307 per saham senilai Rp57,96 juta. Tujuan Djonny memborong saham ITIC untuk menambah investasi sekaligus mempertahankan pengendalian ITIC.
Sebelum dilakukan transaksi, Djonny Saksono menggenggam 642.842.000 lembar atau setara 68,34%. Adapun setelah pembelian tersebut, kepemilikan saham Djonny Saksono atas ITIC meningkat jadi 643.030.800 (68,36% ) saham.
Pada perdagangan di BEI, Rabu 4 Februari 2026, saham ITIC tercatat naik 1,18% menjadi Rp342 per unit dibanding sehari sebelumnya di Rp338 per unit. Selama sepekan perdagangan, harga saham ITIC telah meningkat sebesar 5,62%, dari posisi Rp320 per saham menjadi Rp338 per saham.
Sekedar informasi, PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) adalah produsen tembakau yang mengkhususkan diri dalam tembakau iris (tembakau gulung/gulung sendiri). Bisnisnya dimulai pada tahun 1960-an sebagai industri rumah tangga tembakau.
Pada tahun 1981, perusahaan mulai beroperasi secara komersial dan pindah ke Malang. Kapasitas produksinya mencapai 1.800 ton per tahun. Perseroan tidak hanya fokus pada pasar domestik Indonesia, khususnya di kawasan timur Indonesia, tetapi juga mengekspor ke Malaysia, Singapura, Jepang, dan Aruba. Beberapa merek yang dijual oleh Perseroan adalah Pohon Sagu, Anggur Kupu, dan Lampion Lilin. Kantor pusat berada di Malang, Jawa Timur. (konrad)
