STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengambil tindakan tegas untuk melindungi investor di pasar modal. Otoritas bursa menyematkan status Unusual Market Activity (UMA) pada lima saham sekaligus pada Jumat (27/2/2026). Langkah ini terpaksa diambil menyusul adanya pergerakan harga dan pola transaksi di luar kebiasaan.
Lima emiten terpantau masuk radar pengawasan BEI. Saham PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP), PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA), PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI), dan PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) mengalami lonjakan harga secara tak wajar. Sementara untuk saham PT Mahkota Group Tbk (MGRO), bursa menemukan indikasi pola transaksi janggal.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, memberikan penjelasan terkait status ini. Penetapan status UMA bertujuan melindungi para pelaku pasar dari potensi risiko.
“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal,” tegas Yulianto dalam keterbukaan informasi.
Saat ini otoritas bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi kelima saham tersebut secara intensif. Yulianto meminta para investor berhati-hati sebelum mengambil keputusan investasi ke depan.
Investor harus selalu memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa. Selain itu, pelaku pasar wajib mencermati kinerja keuangan emiten dan mengkaji ulang rencana aksi korporasi perusahaan jika belum mendapat restu RUPS.
Otoritas bursa juga merilis catatan informasi terakhir masing-masing perusahaan. Informasi terkini BIPP terbit pada 6 Februari 2026 mengenai laporan bulanan registrasi pemegang efek.
JAYA menyampaikan laporan registrasi efek serupa pada 10 Februari 2026. KAQI merilis penjelasan atas permintaan penjelasan bursa pada 6 Februari 2026.
Di sisi lain, TAMA melaporkan pengalihan kembali saham hasil buy back pada 10 Februari 2026. MGRO menyetor laporan registrasi pemegang efek terbarunya pada 6 Februari 2026. Berdasarkan rilis pengumuman terbaru ini, tidak ada catatan tambahan mengenai riwayat suspensi sebelumnya untuk kelima emiten tersebut.
Harga Saham
Saham BIPP ditutup naik 1,96% atau sebesar Rp 2 ke level Rp 104 pada perdagangan Kamis (26/2/2026). Harga sempat menyentuh level terendah Rp 103 dan tertinggi Rp 104. Volume perdagangan mencapai 6,07 juta saham. Nilai kapitalisasi pasar BIPP tercatat sebesar Rp 522,98 miliar.
Saham JAYA melonjak tajam 34,57% atau naik Rp 56 menjadi Rp 218. Saham ini bergerak sangat fluktuatif di rentang harga Rp 140 hingga Rp 218. Total volume transaksi menembus 615,56 juta saham. Kapitalisasi pasar emiten ini mencapai Rp 174,07 miliar.
Saham KAQI ikut melesat 18,10% dengan kenaikan Rp 19 ke posisi Rp 124. Saham ini diperdagangkan pada level terendah Rp 104 dan tertinggi Rp 133. Volume saham ditransaksikan menyentuh 2,28 miliar lembar. Kapitalisasi pasarnya berada di angka Rp 257,39 miliar.
Saham TAMA melangkah naik 8,86% atau Rp 7 ke level Rp 86. Sepanjang hari, harga saham ini stagnan diperdagangkan pada posisi pembukaan Rp 86. Total transaksi mencapai 25,87 juta saham. Kapitalisasi pasar TAMA terhitung sebesar Rp 103,20 miliar.
Berbeda dari yang lain, pergerakan saham MGRO tampak stagnan 0,00% pada harga penutupan Rp 705. Harga saham ini sempat berfluktuasi antara Rp 695 hingga Rp 710. Transaksi tercatat sebanyak 4,29 juta saham. Nilai kapitalisasi pasar perusahaan ini cukup besar menembus Rp 2,50 triliun.
