STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak menguat pada perdagangan Selasa (10/3/2026). Investor menyambut baik sinyal dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait konflik dengan Iran. Sentimen positif ini muncul seiring meredanya ketegangan geopolitik dan anjloknya harga minyak dunia.
Mengutip CNBC International, Trump mempertimbangkan rencana mengambil alih kendali Selat Hormuz. Jalur ini merupakan titik paling krusial bagi pasar minyak mentah dunia. Pernyataan ini berhasil menenangkan kekhawatiran pelaku pasar. Trump juga membagikan pandangannya kepada seorang reporter CBS News melalui media sosial X.
“Perang ini sangat selesai, hampir semuanya,” ujar Trump.
Harga minyak dunia langsung bereaksi dan jatuh lebih dari 10%. Minyak mentah internasional Brent turun 10% menjadi USD 89,03 per barel. Harga minyak mentah AS juga merosot lebih dari 9% ke level USD 86,05 per barel. Sebelumnya harga minyak sempat melonjak menembus angka USD 100 per barel.
Presiden Rapidan Energy Group Bob McNally memberikan komentarnya terkait ancaman penutupan Selat Hormuz.
“Dengan 20% pasokan minyak dunia terhenti, kita menghadapi gangguan terbesar yang pernah ada,” tegas McNally.
Indeks Kospi di Korea Selatan memimpin pemulihan di kawasan Asia. Indeks ini dibuka melompat lebih dari 5% ke level 5.532,59. Sementara itu, indeks Kosdaq yang mencakup saham berkapitalisasi kecil melonjak lebih dari 4%.
Sektor penerbangan menikmati keuntungan besar berkat turunnya harga minyak dunia. Saham Air China yang melantai di Hong Kong terbang hampir 3%. China Eastern Airlines naik 2,9% dan China Southern Airlines bertambah 2,85%. Saham Singapore Airlines juga ikut menguat 1,54%.
Bursa Jepang juga mencatatkan kinerja positif. Indeks Nikkei 225 melesat 1,66% dan berakhir di posisi 54.248,39. Hasil ini sekaligus membalikkan keadaan setelah indeks tersebut jatuh 5,2% pada sesi sebelumnya. Indeks Topix yang lebih luas juga naik 1,3%.
Pasar saham China ikut mencatatkan kenaikan. Indeks CSI 300 di China daratan naik 0,9%. Indeks Shanghai Komposit juga menguat 0,65% ke level 4.123,13. Indeks Hang Seng di Hong Kong merangkak naik 1,56% menjadi 25.959,90.
Bursa Australia turut menghijau. Indeks S&P/ASX 200 naik 1,35% pada awal perdagangan ke level 8.692,60. Indeks Nifty 50 di India juga mencatatkan kenaikan 0,97% menjadi 24.261,60.
