Kepala BP BUMN Apresiasi Kinerja Hutama Karya: Cetak Laba Rp3,09 Triliun dan Pangkas Utang 15,9%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Hutama Karya (Persero) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan infrastruktur ini membukukan laba bersih sebesar Rp3,09 triliun. Perolehan tersebut tumbuh 11,6% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Berdasarkan laporan keuangan audited 2025, total aset konsolidasi perusahaan mencapai Rp189,10 triliun per 31 Desember 2025. Ekuitas perusahaan juga menguat 2,3% menjadi Rp141,18 triliun.

Hutama Karya sukses memangkas utang berbunga sebesar 15,9% menjadi Rp29,99 triliun. Pada tahun 2024, posisi utang perusahaan berada di level Rp35,66 triliun. Penurunan utang ini diikuti merosotnya beban keuangan sebesar 24,5% menjadi Rp1,24 triliun.

Pencapaian ini dipaparkan dalam rapat bersama Badan Pengelola (BP) BUMN di Jakarta, Kamis (23/4). Rapat dipimpin oleh Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria.

Dony Oskaria mengapresiasi capaian gemilang tersebut. Ia meminta manajemen Hutama Karya terus konsisten dalam menjaga tata kelola perusahaan.

“Kami mendorong seluruh jajaran untuk terus menjaga, bahkan meningkatkan performa bisnis dan tata kelola ke depan,” ujar Dony dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menjelaskan pertumbuhan perusahaan didorong oleh ekspansi dengan mitigasi risiko yang terukur. Strategi ini menjadi landasan kuat bagi keberlangsungan bisnis jangka panjang.

“Laba bertumbuh, utang turun, ekuitas menguat. Kami berkomitmen mempertahankan trajektori ini sebagai fondasi jangka panjang,” tegas Koentjoro.

Saat ini, segmen pengoperasian jalan tol menjadi kontributor pertumbuhan tercepat. Fenomena ini mempertegas transformasi Hutama Karya dari kontraktor proyek menjadi perusahaan konsesi. Perusahaan kini memiliki sumber pendapatan berulang (recurring revenue) yang lebih stabil.

Hutama Karya terus berkomitmen mengoptimalkan pengusahaan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Langkah ini mencakup peningkatan kualitas layanan dan pengembangan fitur tol. Tujuannya untuk mendukung konektivitas di seluruh wilayah Sumatra.

Selain fokus pada jalan tol, Hutama Karya akan melakukan streamlining atau perampingan bisnis anak perusahaan. Arahan BP BUMN ini bertujuan agar setiap entitas memberikan nilai tambah bagi kinerja konsolidasi.

Grup Hutama Karya kini memiliki enam anak perusahaan. Di antaranya adalah PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), PT Hakaaston (HKA), dan PT Hutama Karya Realtindo (HKR). Selain itu terdapat PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), PT Hutama Mambelim Trans Papua (HMTP), serta PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL).

- Advertisement -

Artikel Terkait

Rupiah Melemah Tajam, Begini Strategi Mitigasi Bos Astra (ASII) dan BCA (BBCA)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika...

Meskipun Penjualan Naik, Laba GUNA Susut 30,8% di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUNA) membukukan...

Laba Bersih Bank Woori Saudara (SDRA) Susut 30,78% di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru