STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (22/4/2026) waktu setempat. Para investor bereaksi negatif terhadap pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi Jerman. Pelemahan ini dipicu oleh dampak konflik di Timur Tengah yang terus berlanjut.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,4% ke posisi 613,88. Hampir seluruh sektor dan bursa regional utama bergerak di zona negatif. Indeks CAC 40 Perancis merosot 0,96% ke level 8.156,43. FTSE MIB Italia turun 0,25% ke posisi 47.785,46.
Indeks FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,21% ke level 10.476,46. DAX Jerman melemah 0,31% ke posisi 24.194,90. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol berkurang 0,75% ke level 18.006,40.
Sentimen pasar tertekan setelah pejabat Jerman memangkas setengah proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2026. Ekonomi domestik Jerman kini diperkirakan hanya tumbuh 0,5% tahun ini. Untuk tahun 2027, perkiraan produk domestik bruto juga dikurangi dari 1,3% menjadi 0,9%.
Kementerian Ekonomi Jerman menyebut konflik di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz memicu kenaikan biaya bagi rumah tangga serta bisnis. Inflasi Jerman diproyeksikan mencapai 2,7% tahun ini dan 2,8% pada tahun depan. Di sisi lain, inflasi Inggris juga melonjak menjadi 3,3% pada Maret akibat tingginya harga bahan bakar.
Suren Thiru, kepala ekonom di Institute of Chartered Accountants di Inggris dan Wales, memberikan analisanya. Ia menilai perpanjangan gencatan senjata tidak akan meredam lonjakan harga.
“Perpanjangan tenggat waktu gencatan senjata Trump untuk Iran tidak akan mencegah periode menyakitkan dari percepatan inflasi dengan meroketnya biaya energi dan harga pangan yang kemungkinan akan mengangkat tingkat headline di atas 4% pada musim gugur,” ujar Thiru dalam catatannya.
Kekhawatiran pasar tetap tinggi meski Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran selama dua minggu. Trump menolak mencabut blokade pelabuhan Iran yang saat ini masih berlangsung. Hal ini membuat harga minyak dunia berfluktuasi tajam.
Melalui unggahan di Truth Social, Trump menegaskan posisi militernya terhadap Iran. Ia mengklaim blokade total merupakan strategi utama diplomasinya.
“Mereka hanya mengatakan ingin [Selat Hormuz] ditutup karena saya telah MEMBLOKADENYA secara total (TERTUTUP!), jadi mereka hanya ingin ‘menjaga harga diri’,” tulis Trump.
Trump menambahkan pencabutan blokade justru akan memperburuk situasi. “Tidak akan pernah ada Kesepakatan dengan Iran, kecuali kita meledakkan sisa Negara mereka, termasuk para pemimpin mereka,” tambahnya.
Di tengah pelemahan pasar, beberapa emiten tetap mencatatkan kinerja positif. Saham produsen peralatan cip asal Belanda, ASMI, melonjak 7,1%. Perusahaan membukukan pendapatan 862,5 juta euro atau sekitar 1,01 miliar USD, melampaui ekspektasi analis.
Saham raksasa rekrutmen Randstad juga naik 3,7% setelah rilis laporan keuangan kuartal pertama. Pendapatan perusahaan tumbuh 0,4% secara tahunan mencapai 5,51 miliar euro.
CEO Randstad, Sander van’t Noordende, menyatakan keyakinannya terhadap masa depan perusahaan. Ia tetap optimis meski kondisi geopolitik dunia masih belum menentu.
“Meskipun ketidakstabilan geopolitik dan visibilitas yang terbatas mengharuskan kita untuk tetap waspada, lintasan di kuartal pertama dengan pertumbuhan 0,4% memberikan kami kepercayaan diri untuk bulan-bulan mendatang,” tegas van’t Noordende dalam pernyataannya.
