back to top

Tensi Geopolitik Memanas, Harga Minyak Indonesia Februari 2026 Tembus USD 68,79 per Barel

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Februari 2026 mengalami kenaikan. Pemerintah menetapkan rata-rata ICP sebesar USD68,79 per barel.

Angka tersebut naik USD4,38 per barel dibanding Januari 2026 yang berada di level USD64,41 per barel. Penetapan harga tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 115.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Februari 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaiman menjelaskan kenaikan harga minyak dipengaruhi sejumlah dinamika di pasar global.

“Kenaikan ICP pada Februari 2026 dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terjadi di pasar minyak global, antara lain meningkatnya risiko geopolitik yang berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia,” ujar Laode Sulaiman di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah ikut mendorong kenaikan harga minyak. Aktivitas militer di kawasan strategis, termasuk latihan militer di perairan Timur Tengah, meningkatkan kekhawatiran terhadap jalur distribusi energi global.

Sentimen pasar juga meningkat setelah terjadi serangan terhadap sejumlah fasilitas energi di Rusia. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak dunia.

Selain faktor geopolitik, kondisi pasokan minyak global turut memengaruhi pergerakan harga.

Laode Sulaiman mengungkapkan laporan International Energy Agency (IEA) menunjukkan penurunan produksi minyak global pada awal 2026, termasuk dari negara-negara OPEC+.

“Kondisi tersebut berkontribusi terhadap semakin ketatnya keseimbangan pasokan minyak di pasar global,” kata Laode Sulaiman.

Faktor lain yang memengaruhi kenaikan harga minyak berasal dari Amerika Serikat. Penurunan stok produk minyak mencerminkan meningkatnya konsumsi energi dan tingginya aktivitas ekonomi.

Di kawasan Asia Pasifik, aktivitas pengolahan minyak di Singapura juga meningkat. Crude throughput Singapura tercatat naik 1% secara bulanan menjadi 89% dari total kapasitas 1,12 juta barel per hari.

Sementara itu, Cina meningkatkan cadangan minyak strategis hingga 1 juta barel. Langkah tersebut ikut memperketat fundamental pasar minyak dari sisi pasokan dan permintaan.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, harga rata-rata sejumlah minyak mentah utama dunia pada Februari 2026 juga meningkat dibanding Januari 2026.

Harga Brent (ICE) naik USD4,64 per barel dari USD64,73 menjadi USD69,37 per barel. Harga WTI (Nymex) naik USD4,26 per barel dari USD60,26 menjadi USD64,52 per barel.

Dated Brent meningkat USD4,35 per barel dari USD66,80 menjadi USD71,15 per barel. Sementara itu, Basket OPEC naik USD5,48 per barel dari USD62,31 menjadi USD67,79 per barel pada akhir Februari 2026.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Modal Asing Deras Masuk, Kewajiban Investasi RI Tembus USD 272,6 Miliar di 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan...

Harga Emas Dunia Melonjak Hampir 2%, Ternyata Ini Pemicunya!

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali menguat pada...

Klaim Keliru Menteri Energi AS Beredar, Harga Minyak Dunia Anjlok 11%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 11%...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru