spot_img

BRI Siapkan Buyback Saham Hingga Rp500 Miliar, Berlaku Sampai September 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berencana melakukan pembelian kembali atau buyback saham dengan nilai maksimal Rp500 miliar. Aksi korporasi tersebut dilakukan dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan sesuai kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Rencana buyback tersebut disampaikan Perseroan melalui keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 12 Juni 2026. Buyback akan dilakukan terhadap saham Perseroan yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perseroan menjelaskan, jumlah nilai seluruh buyback diperkirakan sebesar-besarnya Rp500 miliar. Dana untuk pelaksanaan buyback berasal dari kas internal Perseroan.

“Jumlah nilai seluruh Buyback diperkirakan sebesar-sebesarnya Rp500.000.000.000 (lima ratus miliar rupiah),” tulis manajemen BRI dalam keterbukaan informasi tersebut.

BRI menyebut buyback akan dilakukan dengan mengacu pada Peraturan OJK Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan, Peraturan OJK Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka, serta Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026 tertanggal 13 Maret 2026.

Perseroan akan memulai periode buyback pada 12 Juni 2026 dan diperkirakan berlangsung hingga 11 September 2026. Buyback dapat dilakukan secara bertahap maupun sekaligus dan harus diselesaikan paling lambat tiga bulan setelah keterbukaan informasi diterbitkan.

Dalam pelaksanaannya, BRI akan memperhatikan kondisi likuiditas dan permodalan Perseroan. Buyback juga tidak akan membuat jumlah saham treasury yang dimiliki Perseroan melebihi 10% dari modal ditempatkan dan disetor sesuai ketentuan yang berlaku.

Perseroan memperkirakan biaya buyback di luar nilai pembelian saham, termasuk komisi perantara pedagang efek dan biaya lainnya, maksimal sebesar 0,30% dari nilai buyback.

Manajemen BRI menegaskan pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan maupun biaya operasional Perseroan. Selain itu, aksi korporasi tersebut juga tidak akan membuat kekayaan bersih Perseroan turun di bawah jumlah modal ditempatkan dan cadangan wajib.

Berdasarkan proforma yang menggunakan laporan keuangan konsolidasi per 31 Maret 2026, total aset BRI diperkirakan turun dari Rp2.249,834 triliun menjadi Rp2.249,334 triliun setelah buyback. Sementara total ekuitas diproyeksikan turun dari Rp345,062 triliun menjadi Rp344,562 triliun.

Di sisi lain, laba bersih diperkirakan tetap sebesar Rp15,634 triliun. Laba bersih per saham diproyeksikan meningkat dari Rp103,83 menjadi Rp103,95. Rasio kecukupan modal (CAR) diperkirakan turun tipis dari 22,90% menjadi 22,86%, sedangkan return on equity (ROE) naik dari 18,36% menjadi 18,37%.

BRI menyatakan buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek dan dilaksanakan melalui satu anggota Bursa Efek yang ditunjuk Perseroan.

Perseroan juga telah menyiapkan rencana penggunaan saham hasil buyback. Saham treasury tersebut akan dialokasikan untuk program kepemilikan saham bagi pekerja dan/atau Direksi serta Dewan Komisaris setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Dhanny, dalam surat kepada OJK menyampaikan, “Perseroan berencana melakukan pembelian kembali saham yang telah dikeluarkan (‘Buyback’) sesuai POJK 13/2023.”

BRI juga menegaskan aksi buyback tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha Perseroan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Jelang Akhir Pekan, IHSG Naik 2,07% Tembus 6.000, 10 Sektor Menguat

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Dibuka menguat di 5.960,415 Indeks Harga Saham Gabungan...

RUPO Obligasi WIKA Tidak Capai Kuorum, Usulan Emiten Gagal Disetujui Pemegang Obligasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengumumkan...

Minta Restu RUPS, Lancartama (TAMA) Siap Divestasi Aset Senilai Rp65,4 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Direksi PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) dan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru