STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang dilaksanakan di Jakarta pada hari ini, Kamis (12 Maret 2026 telah memutuskan untuk membagikan dividen tunai untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025 sebesar Rp336 per saham. Jumlah dividen tersebut sekitar 72% dari laba bersih BCA tahun 2025 sebesar Rp57,5 triliun.
Adapun dividen tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp55 per saham yang telah dibagikan kepada pemegang saham pada 22 Desember 2025. Sehingga sisa yang akan dibayarkan Perseroan sebagai dividen final pada tanggal yang akan ditetapkan Direksi Perseroan adalah sebesar Rp281 per saham.
Selain keputusan tersebut, dalam penjelasan mata acara ini Direksi Perseroan juga menginformasikan bahwa untuk tahun buku 2026, apabila kondisi keuangan memungkinkan, Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris dapat membagikan dividen interim sebanyak 3 kali pada tahun 2026. Rencananya, dividen interim tersebut akan dibagikan per kuartal.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam siaran pers, Kamis 12 Maret 2026 mengungkapkan apresiasi sebesar-besarnya atas kepercayaan dan dukungan segenap stakeholder, termasuk pemerintah, regulator dan otoritas sepanjang tahun 2025. Dengan dukungan tersebut, BCA mampu membukukan kinerja yang solid dan meningkatkan dividen tunai sebesar 12% dibandingkan dividen tunai yang dibagikan untuk tahun buku 2024.
“Kami optimistis perekonomian tanah air akan melanjutkan pertumbuhan positif pada tahun 2026, meskipun ada beberapa tantangan yang perlu diantisipasi, termasuk dinamika perekonomian global hingga kondisi geopolitik. BCA berupaya turut mendukung momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan mendorong penyaluran kredit ke berbagai segmen dan sektor, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.
Hendra melanjutkan, Hasil keputusan RUPST BCA hari ini menunjukkan komitmen Perseroan untuk senantiasa memberikan nilai tambah yang berkesinambungan kepada pemegang saham. BCA senantiasa berfokus pada fundamental bisnis perseroan, serta melangkah dengan prudent pada tahun 2026.
Selain dividen, jelas Hendra, dalam RUPST ini para pemegang saham Perseroan juga menyetujui Laporan Tahunan termasuk Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
Rapat BCA hari ini juga menyetujui rencana pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh Perseroan (shares buyback) sebanyak-banyaknya sebesar Rp5 triliun. (konrad)
