spot_img

AS – Iran Capai Kesepakatan Awal, Wapres JD Vance Sebut Masih Banyak Detail yang Harus Dirampungkan

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, mengatakan masih ada banyak detail yang harus diselesaikan setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan awal terkait hubungan kedua negara.

Kesepakatan yang dicapai pada Minggu (14/6/2026) waktu setempat itu antara lain memperpanjang gencatan senjata antara AS dan Iran selama 60 hari. Perjanjian tersebut juga menjadi kerangka untuk negosiasi lanjutan mengenai program nuklir Teheran dan sejumlah isu penting lainnya.

Hingga kini, teks lengkap kesepakatan awal tersebut belum dirilis kepada publik.

Dalam wawancara dengan CNBC pada Senin (15/6/2026) waktu setempat, Vance mengatakan dua poin utama dalam kesepakatan itu adalah pembukaan kembali Selat Hormuz dan komitmen jangka panjang Iran untuk tidak pernah mengembangkan senjata nuklir.

Menurut Vance, jika Iran mematuhi komitmen dalam perjanjian tersebut, negara itu berpeluang memperoleh pelonggaran sanksi ekonomi dan hambatan lainnya sehingga dapat kembali terhubung dengan perekonomian global.

“Saya pikir ini adalah hari yang luar biasa bagi rakyat Amerika,” kata Vance.

Vance terlibat dalam proses negosiasi dengan Iran selama konflik yang dimulai pada 28 Februari lalu.

Ia mengatakan pemerintah AS berharap Selat Hormuz dapat dibuka kembali dalam jangka panjang tanpa penerapan biaya tambahan.

“Itulah hal yang akan kami selesaikan dalam negosiasi teknis ini,” ujar Vance.

Meski kesepakatan awal telah dicapai, Vance menegaskan masih banyak aspek teknis yang harus dibahas oleh kedua pihak dalam 60 hari ke depan.

“Ada banyak detail yang sangat penting untuk diselesaikan. Kami akan duduk bersama di meja perundingan, mendiskusikannya, dan menemukan jalan ke depan untuk detail-detail tersebut,” kata Vance.

Ia menjelaskan, sejumlah detail yang belum ditentukan tidak hanya terkait Selat Hormuz. Iran juga telah berkomitmen untuk menghancurkan dan membuang persediaan material yang diperkaya hingga tingkat tinggi.

Namun, mekanisme pelaksanaan komitmen tersebut masih harus dirundingkan.

“Dan yang kami katakan adalah, baiklah, mari kita bicarakan bagaimana tepatnya kami akan melakukannya,” ujar Vance.

Menurutnya, Iran juga menginginkan akses ke perekonomian yang tidak terkena sanksi.

“Mereka ingin akses ke perekonomian yang tidak dikenai sanksi. Kami telah membicarakan, ‘baiklah, kami terbuka untuk itu’, tetapi itu membutuhkan komitmen jangka panjang terhadap rezim inspeksi dan verifikasi yang baru saja saya bicarakan,” kata Vance.

Ia menambahkan sebagian besar rincian teknis akan dibahas selama masa negosiasi 60 hari tersebut.

“Jadi, banyak detail ini akan diselesaikan selama pembicaraan 60 hari itu,” ujar Vance.

Meski masih banyak hal yang harus dirundingkan, Vance menyatakan pemerintah AS optimistis menghadapi proses negosiasi lanjutan.

“Kami merasa cukup yakin bahwa kami berada dalam posisi yang kuat,” kata Vance.

- Advertisement -

Artikel Terkait

AS-Iran Sepakati Nota Kesepahaman Akhiri Perang, Selat Hormuz Dijadwalkan Dibuka Kembali

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) Pasar keuangan global merespons positif kesepakatan awal...

Saham Eropa Tertinggal 7% dari Pasar Global, Goldman Sachs Ungkap 3 Penyebab Utamanya

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Kinerja bursa saham Eropa sedang lesu...

Bursa Saham Korea Selatan Bidik Status Pasar Maju MSCI, Potensi Dana USD 30 Miliar Menanti

STOCKWATCH.ID (SEOUL) – Pasar saham Korea Selatan kini mendekati...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru