spot_img

WGSH Berencana Gelar Private Placement 208,5 Juta Saham Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH) berencana menambah modal melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Emiten yang bergerak di bidang teknologi informasi ini akan menerbitkan maksimal 208,5 juta saham baru.

Jumlah tersebut setara dengan 10% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Saham baru ini memiliki nilai nominal Rp20 per lembar. Langkah strategis tersebut bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan.

Manajemen WGSH akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026. Jika disetujui, dana hasil aksi korporasi ini bakal digunakan untuk membiayai modal kerja.

Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembelian bahan baku kepada pemasok. Selain itu, perusahaan menggunakannya untuk membiayai biaya operasional dan pemasaran guna menggenjot volume penjualan. Melalui langkah ini, WGSH berharap rasio keuangan seperti Debt to Equity Ratio dapat membaik.

Bagi pemegang saham lama, aksi ini akan memberikan dampak dilusi kepemilikan saham secara proporsional. Dilusi tersebut diperkirakan maksimal sebesar 9,09%. Meski begitu, manajemen memastikan rencana ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi stabilitas keuangan perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025, WGSH mencatatkan pendapatan usaha mencapai Rp50,07 miliar. Perusahaan juga berhasil meraup laba tahun berjalan sebesar Rp3,21 miliar.

Total aset perusahaan tercatat sebesar Rp75,72 miliar. Angka ini terdiri atas aset lancar Rp37,42 miliar dan aset tidak lancar Rp38,29 miliar. Sementara itu, total ekuitas WGSH berada di level Rp65,21 miliar.

Dalam keterbukaan informasi, Direktur Utama WGSH, Hendy Rusli, menyampaikan rencana ini tidak akan mengganggu jalannya bisnis. “Rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) ini tidak memiliki dampak merugikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Emiten,” kata Hendy, dikutip Senin (15/6/2026).

Saat ini, komposisi pemegang saham WGSH terdiri atas beberapa entitas dan perorangan. PT Walden Global Services memegang 36,66% saham. Diikuti oleh Ikin Wirawan sebesar 12,38%, PT Wynfield Global Ventures 11,45%, dan PT Pusaka Mas Persada 9,28%.

Selanjutnya ada PT Silicon Valley Connection sebesar 7,54%. Erwin Senjaya Hartanto memiliki 1,49%, sedangkan Hendy sendiri memegang 0,05%. Sisanya, sebanyak 21,15% saham dimiliki oleh masyarakat. Ikin Wirawan tercatat sebagai Pemilik Manfaat Akhir (Ultimate Beneficial Owner) perusahaan.

WGSH kini beroperasi dengan identitas baru di ibu kota. Perusahaan telah memindahkan kantor pusatnya dari Kabupaten Tangerang ke Jakarta Pusat. Alamat terbarunya berada di Holland Village Jakarta, Lantai 29 Unit 11, Jalan Letnan Jenderal Suprapto nomor 1, Cempaka Putih.

Berdasarkan Nomor Induk Berusaha (NIB), WGSH menjalankan beberapa lini bisnis utama. Di antaranya adalah perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer (KBLI 46511) serta perdagangan besar piranti lunak (KBLI 46512). Perusahaan juga aktif dalam aktivitas perusahaan holding (KBLI 64200) dan perdagangan besar atas dasar balas jasa atau kontrak (KBLI 46100).

- Advertisement -

Artikel Terkait

Jadwal Dividen Phapros (PEHA) Rp5,01 per Saham, Cum 22 Juni 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Phapros Tbk (PEHA) segera membagikan...

Investor NSSS Merapat! Ada Guyuran Dividen Rp190,41 Miliar, Cek Jadwalnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS)...

Global Bond Perdana Danantara Oversubscribed 4,6 Kali, Investor AS Jadi Pembeli Terbesar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Penerbitan obligasi global (global bond) perdana...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru