Laba Bersih MEDC Anjlok 72,52% pada 2025, Ternyata Ini Pemicunya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD100,92 juta pada tahun buku 2025. Realisasi ini merosot 72,52% secara year on year (yoy) dibandingkan laba bersih 2024 yang mencapai USD367,36 juta.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025 yang dirilis Kamis (2/4/2026), penurunan laba bersih ini dipicu oleh pembengkakan sejumlah beban non-operasional. Salah satu faktor utamanya adalah kenaikan kerugian penurunan nilai aset yang melonjak menjadi USD 128,79 juta dari posisi sebelumnya USD 29,46 juta di tahun 2024.

Total pendapatan konsolidasian MEDC mencapai USD 2,39 miliar pada akhir 2025. Nilai tersebut terkoreksi tipis 0,17% dari realisasi tahun sebelumnya sebesar USD 2,39 miliar.

Kontributor utama pendapatan masih berasal dari segmen eksplorasi dan produksi minyak dan gas sebesar USD1,53 miliar, disusul segmen perdagangan USD667,06 juta, listrik USD177,62 juta, serta jasa USD24,85 juta.

Beban pokok pendapatan dan biaya langsung lainnya berhasil ditekan tipis menjadi USD 1,45 miliar dari semula USD 1,46 miliar pada 2024. Meski demikian, laba kotor Perseroan tetap stabil di angka USD 936,11 juta dibandingkan USD 933,47 juta pada tahun sebelumnya.

Namun, tekanan pada laba bersih datang dari sejumlah pos biaya dan penurunan pendapatan non-operasional. Biaya produksi dan lifting naik menjadi USD470,49 juta dari USD417,39 juta. Selain itu, beban penjualan, umum, dan administrasi meningkat menjadi USD227,61 juta dari USD216,89 juta.

Di sisi lain, beban pendanaan juga naik menjadi USD324,24 juta dari USD307,33 juta. Tekanan semakin besar setelah pendapatan bunga turun tajam menjadi USD34,09 juta dari USD85,87 juta, serta tidak adanya lagi keuntungan pembelian diskon sebesar USD51,59 juta yang tercatat pada 2024.

Meski begitu, MEDC masih mendapat penopang dari bagian laba entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar USD87,93 juta, serta keuntungan penyesuaian nilai wajar aset keuangan USD22,72 juta.

Dari sisi aksi korporasi, akuisisi Fortuna International (Barbados), Inc. (FIBI) yang memiliki hak partisipasi tidak langsung 24% di Blok Corridor ikut menopang kinerja. Sejak tanggal akuisisi hingga akhir 2025, entitas ini berkontribusi USD102,3 juta terhadap pendapatan grup dan USD36 juta terhadap laba sebelum pajak.

Dari sisi neraca, total aset MEDC per 31 Desember 2025 mencapai USD8,36 miliar, naik 5,50% yoy dari USD7,93 miliar pada akhir 2024. Kenaikan aset terutama ditopang oleh pertumbuhan aset minyak dan gas bumi menjadi USD2,99 miliar dari USD2,67 miliar, serta lonjakan goodwill menjadi USD140,27 juta dari USD39,07 juta pasca akuisisi. Posisi kas dan setara kas Perseroan berada di level USD 569,11 juta pada penutupan tahun buku 2025.

Sementara itu, total liabilitas MEDC tercatat sebesar USD 6,00 miliar per 31 Desember 2025. Angka ini naik dari posisi akhir 2024 sebesar USD 5,57 miliar. Adapun total ekuitas perusahaan tetap kokoh di posisi USD 2,36 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Kinerja Solid di 2025, Pendapatan dan Laba Reliance Sekuritas (RELI) Kompak Tumbuh

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI)...

SIG Tetap Cuan di Tengah Lesunya Industri Semen 2025, Siapkan Ekspor dari Tuban Mulai 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)...

Danantara, SMBC, dan Mandiri Luncurkan Dana Leasing Pesawat Pertama RI Senilai USD 800 Juta

STOCKWATCH.ID (TOKYO) — Danantara Investment Management, SMBC Aviation Capital,...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru