STOCKWATCH.ID (TANGERANG SELATAN) – PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance/CNAF) berhasil menjaga pertumbuhan kinerja sepanjang 2025 di tengah dinamika ekonomi dan perlambatan industri pembiayaan. Hal itu mengemuka dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang digelar di Griya CIMB Niaga, Tangerang Selatan, Senin (6/4/2026).
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2025 serta menerima laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris atas kinerja Direksi sepanjang tahun buku 2025.
RUPST juga mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2025 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan sesuai laporan tertanggal 11 Maret 2026, dengan opini “disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material” sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Laporan keuangan tersebut sebelumnya telah dipublikasikan melalui harian ekonomi Neraca pada 12 Maret 2026.
Secara kinerja, CNAF menutup 2025 dengan hasil yang tetap solid. Perseroan membukukan pendapatan Rp2,23 triliun, naik 9,31% dibanding 2024 yang sebesar Rp2,04 triliun.
Kenaikan itu ditopang pertumbuhan total aset 6,04% menjadi Rp11,46 triliun, serta total aset kelolaan naik 3,93% menjadi Rp13,66 triliun.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih 2025 tercatat Rp322,75 miliar. Kinerja yang resilien ini juga diikuti peningkatan kualitas aset yang mendorong Fitch Indonesia menaikkan peringkat CNAF menjadi AAA.
Predikat tertinggi tersebut mencerminkan kemampuan agility dan manajemen risiko perseroan yang dinilai berada pada level terbaik.
Presiden Direktur CIMB Niaga Finance Ristiawan menegaskan 2025 merupakan periode yang penuh tantangan bagi industri pembiayaan.
“Tahun 2025 adalah tahun yang penuh tantangan, CNAF berupaya untuk tetap mencatatkan kinerja yang positif meski market terkontraksi.”
Menurut dia, salah satu pencapaian utama perseroan adalah keberhasilan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset di tengah perlambatan industri.
Sepanjang 2025, CNAF berhasil membukukan total penyaluran pembiayaan baru Rp9,25 triliun. Realisasi ini sekaligus memperkuat posisi perseroan di industri multifinance nasional.
Peningkatan kinerja tersebut tercermin dari pangsa pasar pembiayaan kendaraan bermotor yang naik menjadi 6,11%, sejalan dengan pertumbuhan aset kelolaan.
“CNAF berhasil menjaga kinerja yang adaptif, resilien, dan kompetitif.”
Dalam agenda RUPST, pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen tunai Rp129 miliar, setara 40% dari laba bersih tahun buku 2025.
Selain itu, rapat menyetujui penunjukan kembali Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan sebagai auditor laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2026, dengan pertimbangan pengalaman, rekam jejak yang baik, serta keselarasan dengan auditor induk perusahaan.
Pada aspek tata kelola, pemegang saham menyetujui pengangkatan kembali Dr. Rini Fatma Kartika, S.Ag., M.H. sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah untuk masa jabatan tiga tahun periode 2026–2029.
Dengan keputusan tersebut, susunan Dewan Pengawas Syariah menjadi:
- Ketua: Prof. Dr. rer.nat. Jaenal Effendi, S.Ag., M.A.
- Anggota: Dr. Rini Fatma Kartika, S.Ag., M.H.
RUPST juga menetapkan besaran gaji atau honorarium dan tunjangan lain bagi Dewan Komisaris serta Direksi, menyetujui Rencana Kerja Perseroan 2026, dan menerima Laporan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan 2026.
Menatap 2026, manajemen tetap optimistis meski tantangan makroekonomi, industri otomotif, dan geopolitik global masih membayangi.
“Kami optimis prospek usaha Perseroan pada 2026 akan semakin membaik.”
Ristiawan menegaskan perseroan akan terus mengembangkan bisnis secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, dengan tetap mengedepankan prinsip prudential serta penguatan customer experience untuk mencapai target menjadi perusahaan multifinance paling profitable di Indonesia.
