Medco Energi (MEDC) Siap Terbitkan Surat Utang Senior US$200 Juta, Bunga 8,625%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melalui anak anaknya berencana untuk menerbitkan surat utang senior senilai US$200 juta. Surat utang ini  memiliki bunga  8,625% dan akan jatuh tempo pada 2030.

Siendy K. Wisandana, Corporate Secretary MEDC dalam keterangan yang disampaikan, Kamis 9 April 2026 mengemukakan, surat utang tersebut akan diterbitkan oleh Medco Cypress Tree Pte. Ltd., yang merupakan anak usaha perseroan, secara tidak langsung melalui Medco Strait Services Pte. Ltd.

Menurut Siendy,  surat utang tersebut akan diterbitkan dengan tunduk pada Regulation S berdasarkan U.S Securities Act. Surat utang baru tersebut, lanjut Siendy,  akan dikategorikan sebagai tambahan (additional notes) atas surat utang senior yang telah diterbitkan sebelumnya pada 19 Mei 2025 dengan nilai pokok US$400 juta dan tingkat bunga yang sama.

Siendy mengatakan, surat utang tersebut akan dijamin oleh perseroan bersama beberapa entitas anak. “Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada perseroan dan/atau entitas anak, termasuk untuk keperluan penawaran pembelian (tender), pembiayaan kembali (refinancing), maupun pelunasan utang yang telah ada,” tulis Siendy dalam keterangannya.

Menurut Siendy, Surat Utang Baru tersebut dijamin dengan jaminan perusahaan yang diterbitkan oleh Perseroan dan beberapa anak perusahaan Perseroan, dimana hasil bersih Surat Utang Baru tersebut akan digunakan untuk memberi pinjaman kepada Perseroan dan/atau satu atau lebih perusahaan anak terbatas, antara lain untuk melakukan penawaran pembelian (tender), pembiayaan kembali (refinancing), atau pelunasan atas utang yang telah ada.

Dia menegaskan, rencana penerbitan surat utang ini bukan merupakan penawaran umum maupun transaksi material sebagaimana diatur dalam regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Manajemen MEDC menyatakan penerbitan surat utang ini berpotensi meningkatkan kewajiban keuangan secara konsolidasi, namun tidak akan berdampak negatif terhadap kegiatan operasional maupun aspek hukum perusahaan.

“Dalam hal Surat Utang Baru tersebut berhasil diterbitkan, maka hal tersebut akan menyebabkan bertambahnya kewajiban keuangan Perseroan secara konsolidasi, namun tidak berdampak secara negatif terhadap kegiatan operasional, hukum,” ujarnya. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Hari Ini, MORA Bayar Cicilan Imbalan Ijarah ke-11 Sukuk Ijarah II/2023 Seri A-B Rp49,11 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) telah...

Perkuat Bisnis, Folago Global Tambah Lini Usaha Penjualan Barang dan Konsultasi Manajemen

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -  PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) berencana mengembangkan...

IHSG Naik Lagi 0,39%, Tembus 7.300 Berkat Sederet Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Meski dibuka melemah di 7.238,462, Indeks Harga Saham...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru