STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mencatat kinerja keuangan yang menantang pada awal tahun 2026. Perseroan mengalami rugi bersih periode berjalan sebesar Rp38,43 miliar pada kuartal I 2026.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Rabu (15/4), angka kerugian ini membengkak 239,7% dibandingkan rugi bersih Rp11,31 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Kenaikan rugi bersih ini dipicu oleh penurunan pendapatan yang dibarengi dengan kenaikan sejumlah beban operasional.
Pendapatan usaha PJAA hingga 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp207,57 miliar. Nilai ini turun tipis 1,5% dari pendapatan kuartal I 2025 yang mencapai Rp210,79 miliar.
Pendapatan tiket masih menjadi kontributor utama perusahaan. Tiket wahana wisata menyumbang Rp77,40 miliar dan pintu gerbang memberikan Rp48,73 miliar. Selain itu, sektor hotel dan restoran berkontribusi sebesar Rp15,85 miliar, sementara pendapatan usaha lainnya mencapai Rp66,22 miliar.
Penyebab utama membengkaknya kerugian adalah kenaikan beban pokok pendapatan dan beban langsung. Beban ini naik menjadi Rp151,22 miliar dari sebelumnya Rp136,61 miliar di tahun 2025. Alhasil, laba bruto perseroan merosot menjadi Rp56,35 miliar dibandingkan Rp74,17 miliar pada tahun lalu.
Manajemen PJAA juga mencatatkan kenaikan pada beban umum dan administrasi menjadi Rp64,71 miliar dari Rp59,43 miliar. Sementara itu, beban penjualan stabil di angka Rp6,25 miliar. Perseroan juga mencatat penurunan penghasilan lainnya secara signifikan menjadi Rp4,89 miliar dari sebelumnya Rp10,90 miliar.
Di sisi lain, beban keuangan berhasil ditekan sedikit menjadi Rp16,89 miliar dari Rp18,95 miliar pada periode sebelumnya. Rugi per saham dasar PJAA per Maret 2026 pun meningkat menjadi Rp24 per saham dari sebelumnya Rp7 per saham.
Dari sisi neraca, total aset PJAA per 31 Maret 2026 mencapai Rp3,52 triliun. Angka ini sedikit menyusut dari posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp3,63 triliun. Penurunan ini terutama disebabkan berkurangnya piutang usaha pihak ketiga yang turun menjadi Rp22,19 miliar dari Rp61,54 miliar.
Jumlah liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp1,70 triliun, turun dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp1,77 triliun. Sementara itu, total ekuitas PJAA berada di posisi Rp1,82 triliun per Maret 2026, sedikit menurun dari Rp1,86 triliun pada akhir Desember 2025.
Hingga saat ini, PJAA terus menjalankan proyek-proyek strategis. Salah satunya adalah pengembangan kawasan rekreasi Dunia Fantasi (Dufan) dan perluasan kawasan rekreasi Ancol Timur seluas ± 120 hektare. Perseroan juga sedang mengelola proses ganti rugi terkait pengadaan tanah Proyek Strategis Nasional Tol Harbour Road II.
