STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) yang diselenggarakan pada hari ini, Kamis 30 April 2026 telah menyetujui sejumlah agenda penting Perseroan.
Pemegang saham telah mendelegasikan wewenang kepada Direksi Perseroan dengan persetujuan Dewan Komisaris untuk melakukan pembagian dividen sebesar Rp800 miliar atau sejumlah Rp83,99 per kepada pemegang saham Perseroan. Jumlah dividen tersebut, sekitar 68,92%dari laba bersih Perseroan tahun buku 2025 sebesar Rp1,39 triliun.
Selain itu, RUPS juga menyetujui, sisa dari laba bersih Perseroan yaitu sebesar Rp360,696 miliar atau 31,08% ) dari laba bersih akan dimasukan sebagai cadangan lainnya yang akan menambah saldo laba ditahan.
RUPST hari ini adalah persetujuan pengangkatan kembali Bapak Rimbun Situmorang sebagai Komisaris Perseroan. Pengangkatan kembali Bapak Rimbun Situmorang merupakan bentuk komitmen Perseroan untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan memastikan pengawasan yang efektif terhadap jalannya perusahaan.
Direktur Utama SSMS Jap Hartono dalam siaran pers, Kamis 30 April 2026 mengatakan, Perseroan terus memperkuat tata kelola keberlanjutan melalui peningkatan sistem ketertelusuran rantai pasok, penerapan praktik perkebunan berkelanjutan, serta pemenuhan berbagai standar sertifikasi internasional maupun nasional, seperti pemenuhan sertifikasi RSPO dan ISPO.
Langkah ini tidak hanya memastikan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga memperkuat posisi Perseroan sebagai produsen kelapa sawit yang bertanggung jawab dan berdaya saing global. “Melalui pengelolaan operasional yang disiplin serta penguatan tata kelola keberlanjutan, Perseroan mampu menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika industri yang terus berkembang,” ujarnya.
Jap Hartono melanjutkan, Pihanya meyakini prospek industri kelapa sawit tahun 2026 tetap berada pada jalur pertumbuhan yang positif. Permintaan global terhadap minyak nabati diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi, perkembangan industri pangan, serta meningkatnya kebutuhan energi alternatif yang lebih berkelanjutan.
Pada tahun 2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp14,81 triliun, meningkat sekitar 42,91% dibandingkan tahun sebelumnya, Kontributor utama pendapatan berasal dari segmen minyak dan lemak nabati.
Kinerja profitabilitas Perseroan menunjukkan penguatan yang signifikan. Laba tahun berjalan SSMS setelah efek penyesuaian proforma tercatat Rp1,39 triliun, meningkat sekitar 67,43% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan SSMS menjaga keseimbangan antara peningkatan volume produksi dan pengendalian biaya operasional sehingga mampu mempertahankan margin usaha di tengah fluktuasi harga komoditas global.
Total aset Perseroan mengalami peningkatan sebesar 14,43% dari Rp11,87 triliun di tahun 2024 menjadi Rp13,58 triliun di tahun 2025. Kenaikan pada total aset terutama didorong oleh akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari (SML) yang memperluas basis aset Perseroan. Ekuitas tahun 2025 meningkat 1,98% menjadi Rp2,94 triliun dari Rp2,89 triliun pada 2024, terutama didorong oleh laba tahun berjalan.
Pada segmen perkebunan, sepanjang tahun 2025 Perseroan menghasilkan 1.628.452 MT Ton Tandan Buah Segar (TBS) dari perkebunan inti, 527.052 MT Minyak Kelapa Sawit, 104.130 MT Inti Sawit, dan 15.379 MT Minyak Inti Sawit. Produksi TBS dari perkebunan inti sebanyak 1.628.452 metrik ton, meningkat sebesar 4,22% dibandingkan produksi TBS tahun 2024.
Dari pengolahan TBS, Perseroan mengelola 2.382.942 MT TBS dan menghasilkan minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) di 10 (sepuluh) Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Perseroan yang berada di dalam perkebunan kelapa sawit.
Pada produksi CPO sebanyak 527.052 metrik ton pada n 2025, dengan Oil Extraction Rate (OER) mencapai 22,12%. Jumlah produksi CPO meningkat 14,23% dari tahun lalu sebesar 461.414 metrik ton dengan OER naik 14,23%. Peningkatan ini didorong perbaikan kualitas TBS yang diolah serta peningkatan pengendalian losses di pabrik. (konrad)
