spot_img

Valuasi Tembus USD 2 Triliun, SpaceX Cetak Sejarah IPO Terbesar Dunia

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Perusahaan roket milik Elon Musk, SpaceX, mencetak sejarah baru di pasar modal global. SpaceX melantai di bursa Nasdaq pada Jumat (12/6/2026) waktu setempat dengan valuasi mencapai USD 2 triliun.

Mengutip CNBC, pencapaian ini menempatkan SpaceX sebagai perusahaan publik terbesar keenam di Amerika Serikat. Musk kini juga dinobatkan sebagai triliuner pertama di dunia.

Di hadapan karyawannya di Texas, Musk mengenang masa sulit saat membangun perusahaan ini pada 2002. Ia sempat mengira peluang sukses SpaceX kurang dari 10%.

“Jika orang memberi tahu saya hal ini akan terjadi, saya akan berkata, kawan, Anda pasti sedang menghisap kokain yang sangat bagus. Karena saya pikir perusahaan ini akan gagal,” kata Musk.

Penawaran Umum Perdana (IPO) SpaceX berhasil mengumpulkan dana USD 75 miliar. Angka ini tiga kali lipat lebih besar dari rekor IPO Alibaba pada 2014.

Harga saham SpaceX dipatok USD 135 per lembar. Pada penutupan perdagangan Jumat, nilai perusahaan melonjak menjadi USD 2,1 triliun.

CEO bank investasi Greif & Co, Lloyd Greif, menilai harga ini tidak ditentukan oleh pasar. Greif melihat kendali penuh ada di tangan Musk.

“Ini bukan kesepakatan yang dihargai berdasarkan kekuatan pasar. Ini adalah kesepakatan berdasarkan apa yang diinginkan satu orang. Dan ketika satu orang menginginkannya, satu orang itu mendapatkannya, jika orang itu adalah Elon Musk,” ujar Greif.

Meski sukses besar, SpaceX mencatat kerugian USD 4,9 miliar tahun lalu. Total kerugian sejak berdiri bahkan menembus USD 41 miliar.

Volume perdagangan saham SpaceX mencapai 500 juta lembar pada hari pertama. Angka ini hampir menyamai debut Facebook pada 2012.

Perbedaan besarnya terletak pada kontrol perusahaan. Musk memegang lebih dari 82% hak suara di SpaceX.

Keberhasilan ini juga menguntungkan Alphabet. Investasi awal mereka sebesar USD 900 juta pada 2015 kini bernilai hampir USD 100 miliar. Selain itu, sekitar 4.400 karyawan dan mantan karyawan SpaceX kini menjadi jutawan baru.

Namun, tidak semua pihak menyambut gembira. Senator Bernie Sanders mengkritik ketimpangan kekayaan yang makin lebar. Gubernur California Gavin Newsom juga menyoroti warga yang kesulitan membeli makanan saat Musk menjadi triliuner.

Kritik lain datang dari pengamat keuangan. Keith Snyder, analis dari CFRA, memberikan peringkat jual untuk saham SpaceX.

“Kekhawatiran utama kami adalah strategi jangka panjang SpaceX tetap sangat bergantung pada Starship,” tulis Snyder.

Profesor keuangan New York University, Aswath Damodaran, bahkan meragukan data potensi pasar SpaceX sebesar USD 28,5 triliun. Damodaran menilai angka tersebut tidak masuk akal.

“Ini adalah halusinasi. Saya akan malu bahkan untuk mengeluarkan angka itu,” kata Damodaran.

Di sisi lain, Presiden SpaceX Gwynne Shotwell tetap fokus pada operasional perusahaan. Shotwell tidak menutup kemungkinan penggabungan dengan Tesla di masa depan.

“Tidak ada keraguan ada sinergi antara Tesla dan SpaceX di masa depan kami. Tetapi saat ini saya fokus menjaga lampu tetap menyala di sini,” ujar Shotwell.

IPO SpaceX ini membangkitkan optimisme di Wall Street. Para investor kini menanti langkah perusahaan besar lainnya seperti OpenAI dan Anthropic untuk segera melantai di bursa

- Advertisement -

Artikel Terkait

Trump Sebut Perjanjian Damai AS-Iran Ditandatangani Minggu, Selat Hormuz Segera Dibuka

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membawa...

Trump Sebut Perang Segera Usai, Keyakinan Damai AS-Iran Capai 85%

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON D.C) – Amerika Serikat (AS) dan Iran...

Tembus 1 Triliun USD, Elon Musk Jadi Manusia Terkaya Sepanjang Sejarah Berkat IPO SpaceX

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Elon Musk mencetak sejarah baru...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru