spot_img

OASA Berhasil Tekan Rugi Bersih 28,56% di Tahun 2025 meski Pendapatan Anjlok

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) mencatatkan perbaikan kinerja keuntungan pada tahun buku 2025. Perseroan berhasil memangkas rugi bersih tahun berjalan sebesar 28,56% secara year on year (yoy).

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025 yang dirilis di laman Bursa, Minggu (14/6/2026), emiten berkode saham OASA ini menderita rugi bersih Rp45,37 miliar. Angka ini lebih rendah dibandingkan kerugian pada 2024 yang mencapai Rp63,51 miliar.

Penurunan tingkat kerugian ini berdampak pada rugi per saham dasar OASA. Nilainya menyusut menjadi Rp6,74 per saham, dari sebelumnya Rp9,89 per saham di tahun 2024.

Meskipun rugi bersih menyusut, pendapatan usaha neto OASA justru mengalami penurunan tajam. Sepanjang 2025, total pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp32,58 miliar. Perolehan ini merosot 51,21% dibandingkan Rp66,78 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan pendapatan terutama dipicu oleh anjloknya perolehan dari jasa konstruksi. Sektor ini hanya menyumbang Rp23,72 miliar pada 2025, jatuh dari posisi Rp47,46 miliar pada 2024. Kontributor utama pendapatan Perseroan berasal dari PT Hutama Karya Infrastruktur sebesar Rp23,72 miliar dan PT Bakti Energi Sejahtera senilai Rp8,86 miliar.

Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan OASA ikut turun menjadi Rp27,17 miliar dari sebelumnya Rp53,53 miliar. Namun, Perseroan masih menghadapi tekanan pada beban usaha yang naik menjadi Rp49,08 miliar dari Rp46,67 miliar. Beban keuangan neto juga sedikit meningkat menjadi Rp3,22 miliar.

Neraca OASA per Desember 2025 menunjukkan total aset sebesar Rp621,57 miliar. Jumlah ini turun 15,59% dibandingkan total aset akhir 2024 yang sebesar Rp736,41 miliar. Penurunan aset dipengaruhi oleh berkurangnya uang muka proyek dan piutang lain-lain.

Di sisi kewajiban, total liabilitas OASA turun drastis menjadi Rp63,51 miliar dari sebelumnya Rp133,12 miliar pada 2024. Sementara itu, total ekuitas tercatat sebesar Rp558,06 miliar, sedikit melemah dari posisi Rp603,30 miliar di tahun sebelumnya.

Dalam laporan auditnya, Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi Idris memberikan catatan terkait ketidakpastian material kelangsungan usaha. Hal ini disebabkan oleh akumulasi defisit Perseroan yang mencapai Rp98,53 miliar per akhir 2025.

Selain itu, anak usaha Perseroan yakni PT Mentari Biru Energi (MNBE) tidak mampu memenuhi seluruh financial covenant yang ditetapkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Akibatnya, pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp11,16 miliar disajikan sebagai liabilitas jangka pendek.

Manajemen menegaskan komitmen mereka dalam menjalankan roda organisasi. “Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian PT Maharaksa Biru Energi Tbk dan Entitas Anaknya,” tegas Ir. Gafur Sulistyo Umar, MBA, Direktur Utama OASA bersama Soraya Inderasari, Direktur OASA dalam surat pernyataan direksi.

Hingga akhir 2025, Gafur masih menjadi pemegang saham pengendali sekaligus pemilik manfaat terakhir (ultimate shareholder) Perseroan dengan porsi kepemilikan 35,25%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

KRYA Berbalik Rugi Rp84,99 Miliar pada 2025, Pendapatan Bersih Anjlok 58%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk...

Bidik Sektor Ritel hingga Pasar Kreatif, Simak Peta Jalan Bisnis Terbaru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –  PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR)...

Black Diamond Resources (COAL) Balik Merugi Rp8,29 Miliar di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Black Diamond Resources Tbk (COAL)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru