STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak menguat pada perdagangan Senin (20/4/2026). Pergerakan IHSG diperkirakan berada di rentang 7.500 hingga 8.000.
Proyeksi tersebut disampaikan Retail Research & Investment Bahana Sekuritas, Dimas Wahyu Putra Pratama, CTA, dalam riset yang dirilis hari ini. Ia menilai arah pergerakan IHSG masih didukung sentimen teknikal yang positif.
“Secara teknikal IHSG Senin 20 April 2026 diperkirakan akan bergerak menguat,” ujar Dimas.
Sejumlah sektor dinilai menarik untuk dicermati pelaku pasar. Sektor tersebut mencakup IDXTECH, IDXFIN, IDXNCYC, IDXBASIC, IDXTRANS, IDXPROP, dan IDXENER.
Pada perdagangan Jumat (17/4/2026), IHSG ditutup menguat. Indeks dibuka di level 7.645,805 dan berakhir di posisi 7.634,004. Angka ini naik 12,622 poin atau menguat 0,17% dari penutupan Kamis (16/4/2026) di level 7.621,382.
Penguatan indeks pada akhir pekan lalu ditopang sejumlah saham unggulan. Saham BREN naik 4,74%, ASII menguat 2,82%, BBRI naik 0,59%, RISE melonjak 24,61%, dan EMAS menguat 3,29%. Meski demikian, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (nett sell) mencapai Rp931 miliar.
Kondisi pasar global memberikan sentimen beragam. Bursa Wall Street ditutup menguat setelah Iran kembali membuka Selat Hormuz. Pasar optimis kesepakatan perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran untuk mengakhiri konflik perang segera tercapai. Presiden AS Donald Trump menyebut Iran setuju untuk tidak menutup kembali jalur laut vital tersebut.
Harga minyak dunia juga merosot tajam merespon pembukaan kembali Selat Hormuz bagi kapal komersial. Sebaliknya, bursa Asia justru melemah. Pelemahan dipicu kenaikan imbal hasil US Treasury Yield dan kekhawatiran investor terhadap batas waktu gencatan senjata di Timur Tengah pada 22 April 2026.
Dari sisi domestik, kenaikan harga energi non-subsidi menjadi perhatian serius. Peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Badiul Hadi menilai lonjakan harga BBM nonsubsidi dan LPG 12 kg berpotensi menekan daya beli masyarakat.
Saat ini, harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.400 per liter. Dexlite menjadi Rp23.600 per liter dan Pertamina Dex berada di level Rp23.900 per liter. Sementara itu, harga LPG 12 kg melonjak menjadi Rp228 ribu per tabung dari sebelumnya Rp192 ribu. Kondisi ini diprediksi memicu inflasi dan memperlambat konsumsi rumah tangga sekitar 0,1% hingga 0,3%.
Pemerintah juga terus berkomitmen menjaga defisit anggaran di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Langkah ini krusial untuk mempertahankan peringkat kredit Indonesia dari Standard & Poor’s (S&P) pada level investment grade (BBB). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga disiplin fiskal menjadi pijakan utama kebijakan saat ini.
Untuk perdagangan sepanjang pekan ini, Bahana Sekuritas merekomendasikan saham-saham berikut:
1. CUAN – ACC BUY
-
Stop Loss Under: Rp1.500
-
Target Price 1: Rp1.675
-
Target Price 2: Rp1.715
-
Current Price: Rp1.590
2. PTRO – ACC BUY
-
Stop Loss Under: Rp6.000
-
Target Price 1: Rp6.500
-
Target Price 2: Rp6.825
-
Current Price: Rp6.200
3. DSSA – ACC BUY
-
Stop Loss Under: Rp3.150
-
Target Price 1: Rp3.400
-
Target Price 2: Rp3.550
-
Current Price: Rp3.250
4. DEWA – ACC BUY
-
Stop Loss Under: Rp530
-
Target Price 1: Rp575
-
Target Price 2: Rp595
-
Current Price: Rp550
5. INDY – ACC BUY
-
Stop Loss Under: Rp3.400
-
Target Price 1: Rp3.660
-
Target Price 2: Rp3.820
-
Current Price: Rp3.500
6. PSAB – ACC BUY
-
Stop Loss Under: Rp535
-
Target Price 1: Rp575
-
Target Price 2: Rp590
-
Current Price: Rp550
7. HRTA – ACC BUY
-
Stop Loss Under: Rp2.650
-
Target Price 1: Rp2.940
-
Target Price 2: Rp3.060
-
Current Price: Rp2.780
8. BULL – ACC BUY
-
Stop Loss Under: Rp480
-
Target Price 1: Rp510
-
Target Price 2: Rp530
-
Current Price: Rp492
9. HUMI – ACC BUY
-
Stop Loss Under: Rp200
-
Target Price 1: Rp226
-
Target Price 2: Rp244
-
Current Price: Rp210
10. SOCI – ACC BUY
-
Stop Loss Under: Rp500
-
Target Price 1: Rp545
-
Target Price 2: Rp565
-
Current Price: Rp520
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi. Isinya tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Seluruh pandangan dan rekomendasi bersumber dari analis sekuritas. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Lakukan riset secara mandiri sebelum menentukan pilihan investasi.
