STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat signifikan pada akhir perdagangan Kamis sore (30/4/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (1/5/2026) WIB. Indeks S&P 500 mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Investor merespons positif laporan keuangan Caterpillar dan Alphabet serta meredanya kekhawatiran konflik AS-Iran.
Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York melonjak 790,33 poin atau 1,62% ke level 49.652,14. Indeks S&P 500 (SPX) naik 1,02% dan berakhir di posisi 7.209,01, merupakan penutupan pertama di atas ambang batas 7.200. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) menguat 0,89% menjadi 24.892,31 sekaligus mencatat rekor intraday dan penutupan baru.
Kenaikan Dow Jones didorong oleh lonjakan saham Caterpillar hampir 10%. Perusahaan industri ini melaporkan angka kuartalan melampaui ekspektasi. Caterpillar merupakan indikator ekonomi global yang kini menaikkan prospek pendapatan tahunannya.
Sentimen positif juga datang dari saham Alphabet yang melesat 10%. Pendapatan kuartal pertama perusahaan induk Google ini melampaui estimasi pasar. Alphabet meningkatkan panduan belanja modal tahun 2026 menjadi USD 190 miliar.
Laporan ini memberikan harapan bagi ekonomi AS setelah pertumbuhan kuartal pertama sempat mengecewakan. Departemen Perdagangan melaporkan produk domestik bruto (PDB) naik 2% pada periode tersebut. Angka ini lebih tinggi dari kuartal sebelumnya sebesar 0,5%, namun masih di bawah estimasi 2,2%.
Di sisi lain, saham Meta dan Microsoft masing-masing merosot 8,6% dan 3,9%. Saham Meta tertekan akibat belanja modal terbaru dan pertumbuhan pengguna yang mengecewakan. Microsoft juga berada di bawah tekanan setelah mengumumkan belanja modal mencapai USD 190 miliar karena biaya memori yang tinggi.
Tom Graff, Chief Investment Officer Facet, memberikan pandangannya kepada CNBC terkait kinerja sektor teknologi.
“Hal paling penting pada laporan keuangan [Magnificent Seven] adalah kita tidak mempelajari apa pun,” ujar Tom Graff.
Ia mencatat pengeluaran besar perusahaan teknologi pada infrastruktur fisik berdampak positif bagi PDB. Namun, kekhawatiran mengenai valuasi perusahaan-perusahaan tersebut tetap ada.
“Sesuatu yang akan terus kita perdebatkan sampai kita mengetahuinya adalah: apakah pengeluaran AI ini pada suatu saat akan berubah menjadi margin seperti perangkat lunak, atau sebenarnya tidak dan kita perlu memikirkan kembali kelipatan tersebut,” tambah Graff.
Sepanjang bulan April, sektor teknologi telah mengangkat pasar secara keseluruhan. S&P 500 melonjak 10,4% sekaligus mencatat bulan terbaiknya sejak November 2020. Nasdaq melonjak 15,3% dan Dow Jones naik 7,1% selama bulan ini.
Sementara itu, harga minyak dunia justru bergerak turun. Minyak mentah Brent merosot 3,41% ke level USD 114,01 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,69% menjadi USD 105,07 per barel.
Harga minyak sebelumnya sempat naik akibat ketegangan antara AS dan Iran. Laporan The Wall Street Journal menyebutkan Presiden Donald Trump telah menginstruksikan para pembantunya bersiap melakukan blokade berkepanjangan terhadap Iran.
