Free Float ERAA Naik per April 2026, Rebecca Halim Tercatat sebagai Pemilik Manfaat Akhir

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) melaporkan komposisi kepemilikan saham perseroan untuk periode yang berakhir pada 30 April 2026. Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek, porsi kepemilikan saham publik (free float) perseroan tercatat cukup besar dan telah memenuhi ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Amelia Allen selaku Head of Legal & Corporate Secretary ERAA menyampaikan laporan bulanan tersebut kepada otoritas bursa pada 11 Mei 2026. Hingga akhir April 2026, jumlah saham yang tercatat di BEI mencapai 15.950.000.000 saham atau 15,95 miliar saham.

Pemegang saham pengendali ERAA masih dipegang oleh PT Eralink International dengan kepemilikan sebanyak 8.800.291.400 saham atau setara 55,17% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Dalam laporan tersebut, perseroan juga mengungkap identitas pemilik manfaat akhir atau Ultimate Beneficial Owner (UBO). Manajemen menyebut Rebecca Halim sebagai pemilik manfaat akhir yang mengendalikan kepemilikan saham melalui PT Eralink International secara tidak langsung.

ERAA turut melaporkan kepemilikan saham oleh jajaran Direksi dan Dewan Komisaris. Sintawati Halim menjadi pemegang saham terbesar di jajaran manajemen dengan kepemilikan sebanyak 10.655.315 saham atau 0,07%.

Selanjutnya, Budiarto Halim tercatat memiliki 0,05% saham, Hasan Aula 0,05%, dan Sim Chee Ping 0,05%. Sementara itu, Joy Wahjudi, Jong Woon Kim, dan Djohan Sutanto masing-masing menggenggam 0,01% saham perseroan.

Dari sisi ketentuan free float, ERAA mencatatkan posisi yang jauh di atas batas minimum BEI. Berdasarkan Ketentuan V.1.1 Peraturan I-A, emiten di Papan Utama wajib memiliki saham free float minimal 50 juta saham dan paling sedikit 15% dari total saham tercatat.

Hingga April 2026, jumlah saham free float ERAA mencapai 6.732.636.594 saham atau setara 42,21%. Persentase tersebut menunjukkan tingkat kepatuhan perseroan terhadap regulasi bursa.

Jumlah pemegang saham nasabah pemilik Single Investor Identification (SID) juga mencapai 33.854 SID. Angka tersebut jauh melampaui ketentuan minimum sebanyak 300 SID.

Di sisi lain, perseroan tercatat memiliki saham treasuri sebanyak 365.317.422 saham atau setara 2,29%. Jumlah pemegang saham mengalami sedikit penurunan sebanyak 142 SID dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 33.996 SID.

Manajemen ERAA menegaskan seluruh data yang disampaikan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Semua informasi telah dimuat secara lengkap dan benar. Perhitungan free float telah disajikan sesuai dengan Peraturan Pencatatan Bursa,” tulis manajemen dalam laporan resminya.

Direksi PT Erajaya Swasembada Tbk menyatakan bertanggung jawab penuh atas seluruh informasi yang tercantum dalam dokumen tersebut. Laporan ini menjadi bagian dari transparansi perseroan kepada publik dan regulator pasar modal.

- Advertisement -

Artikel Terkait

KUAS Putuskan Dividen Tunai Tahun Buku 2025, Cek Jadwal Cum dan Pembayarannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) berencana...

MARK Umumkan Jadwal Dividen Tunai, Sisa Rp50 per Saham Dibayar Juni 2026

STOCKWATCH.ID (MEDAN) – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK)...

KJEN dan KRYA Terbang 24%, Saham Apa Lagi yang Masuk Top Gainers Sesi I?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Sejumlah saham mencatat kenaikan signifikan pada...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru