STOCKWATCH.ID (MEDAN) – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp90 per saham.
Keputusan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada 7 Mei 2026.
Dividen Rp90 per saham itu berasal dari dua sumber dana. Sebesar Rp70 per saham diambil dari laba bersih tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp266 miliar.
Sementara itu, sebesar Rp20 per saham berasal dari saldo laba ditahan hingga tahun buku 2024 dengan total alokasi sebesar Rp76 miliar.
Manajemen menjelaskan, perseroan sebelumnya telah membayarkan dividen interim sebanyak dua kali, yakni pada 29 Agustus 2025 dan 27 November 2025. Nilai masing-masing dividen interim sebesar Rp20 per saham.
Dengan demikian, sisa dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham sebesar Rp50 per saham. Jumlah tersebut terdiri dari sisa laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp30 per saham dan saldo laba ditahan sebesar Rp20 per saham.
Berdasarkan keterbukaan informasi, jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 19 Mei 2026. Sementara ex dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 20 Mei 2026.
Adapun cum dividen di pasar tunai berlangsung pada 21 Mei 2026, sedangkan ex dividen di pasar tunai pada 22 Mei 2026.
Pemegang saham yang berhak menerima dividen wajib tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) hingga recording date pada 21 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.
Perseroan menjadwalkan pembayaran dividen tunai pada 10 Juni 2026. Pembayaran akan dilakukan dalam mata uang Rupiah melalui transfer bank maupun cek.
“Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 21 Mei 2026,” tulis Presiden Direktur MARK, Ridwan, dalam keterbukaan informasi, Selasa (12/5/2026).
Dividen tunai tersebut akan dikenakan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku dan menjadi tanggungan masing-masing pemegang saham.
Manajemen memastikan proses pembagian dividen akan mengikuti prosedur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
