STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) berencana menambah kegiatan usaha baru melalui dua anak usahanya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan PT iForte Solusi Infotek (iForte). Langkah strategis ini bertujuan memperkuat posisi perseroan sebagai penyedia infrastruktur digital yang terintegrasi.
Manajemen TOWR akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026, di Bali Room, Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.
Untuk merealisasikan rencana ini, perseroan menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp2,07 triliun. Alokasi dana ini berasal dari kas internal serta fasilitas kredit perbankan yang belum dicairkan.
Rinciannya, Protelindo membutuhkan dana Rp447,82 miliar untuk pengembangan bisnis panel surya. Investasi ini meliputi pembangkitan tenaga listrik energi terbarukan hingga pemasangan jaringan listrik.
“Penambahan kegiatan usaha ini dilakukan untuk mendukung pengembangan model bisnis utama Protelindo sebagai penyedia infrastruktur,” tulis Direktur SMN, Indra Gunawan dan Anita Anwar, dalam keterbukaan informasi, Senin (18/5/2026).
Sementara itu, iForte memerlukan anggaran sekitar Rp1,62 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk aktivitas perusahaan induk, penyewaan menara, pengembangan pusat data (data center), serta penyediaan jaringan microwave.
“iForte memandang perlu menambahkan unit usaha data center secara khusus sebagai salah satu pilar strategi bisnisnya,” ungkap manajemen dalam dokumen tersebut.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, kedua anak usaha ini memiliki peran vital bagi pendapatan TOWR. Protelindo memberikan kontribusi 100% atau senilai Rp13,33 triliun. Di sisi lain, iForte menyumbang pendapatan Rp5,47 triliun atau setara 41% dari total pendapatan konsolidasi.
Hasil studi kelayakan dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Yanuar, Rosye dan Rekan menyatakan rencana perubahan kegiatan usaha ini layak dijalankan. Analisis keuangan menunjukkan nilai Net Present Value (NPV) proyeksi ini mencapai Rp1,33 triliun.
Perseroan memproyeksikan rata-rata margin laba bersih atau net profit margin dari bisnis baru ini sebesar 36,15% untuk periode 2026-2035. Tingkat pengembalian investasi atau Return on Investment (ROI) diperkirakan berada di angka 8,58%.
Ekspansi ke sektor panel surya diharapkan mampu meningkatkan efisiensi biaya operasional jangka panjang bagi Protelindo. Penggunaan energi surya pada tower sites juga sejalan dengan prinsip keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG).
Bagi iForte, pengembangan data center akan dilakukan secara bertahap dengan target kapasitas awal mencapai 10 MW IT load. Layanan ini akan diintegrasikan dengan ekosistem infrastruktur digital, konektivitas, dan jaringan serat optik yang sudah dimiliki grup.
