Trump Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Tetap Parkir di Zona Hijau

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia tetap bertengger di zona hijau pada akhir perdagangan Senin (18/5/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (19/5/2026) WIB. Harga minyak bertahan tinggi meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli naik lebih dari 2%. Harga minyak acuan global ini ditutup pada level 112,10 USD per barel di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni melonjak sekitar 3%. Minyak WTI berakhir pada posisi 108,66 USD per barel di New York Mercantile Exchange.

Harga minyak sempat sedikit melandai di bawah 110 USD pada perdagangan tambahan. Hal ini terjadi usai Trump membatalkan serangan ke Iran yang sebelumnya dijadwalkan pada hari Selasa.

Trump mengambil keputusan tersebut atas permintaan sekutu Arab Teluk. Pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyampaikan negosiasi serius sedang berlangsung dengan Iran. Proses ini diharapkan menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima oleh AS.

Meski demikian, Trump tetap menyiagakan militer AS. Ia memberikan perintah khusus kepada Departemen Pertahanan AS atau Pentagon.

“Untuk bersiap melanjutkan serangan skala besar penuh terhadap Iran dalam waktu singkat jika kesepakatan yang dapat diterima tidak tercapai,” ujar Trump dalam pernyataannya.

Tensi diplomasi antara kedua negara masih terus bergejolak. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyebut pembicaraan sedang berlangsung melalui perantara Pakistan. Teheran dan Washington saling mengirimkan komentar terbaru terkait proposal kesepakatan.

Namun, pejabat senior AS menilai proposal tersebut belum memberikan peningkatan yang berarti. AS menganggap usulan tersebut belum cukup untuk mencapai sebuah kesepakatan.

Pekan lalu, Trump melontarkan peringatan keras melalui akun Truth Social miliknya. Ia mendesak Iran segera bertindak karena penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan bisa memicu konflik bersenjata kembali.

“Bagi Iran, jam terus berdetak, dan mereka sebaiknya segera bergerak, cepat, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka,” tulis Trump. Ia juga menambahkan, “Waktu adalah hal yang terpenting!”

Pasokan minyak dunia saat ini berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Iran masih menutup sebagian besar jalur air Hormuz. Di sisi lain, pemerintahan Trump terus memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.

Padahal, sekitar 20% pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia mengalir melalui Selat Hormuz sebelum perang pecah. International Energy Agency memperingatkan stok minyak global menyusut dengan kecepatan rekor.

Laporan bank Swiss, UBS, menyebut persediaan minyak akan mendekati level terendah sepanjang masa sebesar 7,6 miliar barel pada akhir Mei. Kondisi ini diprediksi terjadi jika permintaan minyak tetap stabil.

Jeff Currie menilai kekhawatiran pasokan akan semakin intens. Ia menekankan ketersediaan fisik minyak menjadi masalah utama saat ini.

“Siapa pun yang mengotori tangan mereka dalam bisnis ini memberi tahu Anda ini buruk,” ujar Currie kepada CNBC.

Menurut Currie, pihak Iran memang sengaja ingin memberikan tekanan. “Rakyat Iran ingin menimbulkan rasa sakit. Bukan harga minyak yang penting di sini, melainkan ketersediaan minyak,” jelasnya.

Currie memprediksi krisis ketersediaan minyak secara fisik bisa segera terjadi.

“Belum ada kekurangan fisik minyak,” kata Currie. Ia menambahkan, “Kita bisa menghadapinya di Eropa pada akhir bulan ini.”

- Advertisement -

Artikel Terkait

Emas Dunia Merangkak Naik Saat Dolar AS Melemah, Investor Pantau Dampak Perang Iran

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia menguat tipis pada...

Pernyataan Keras Trump ke Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 3%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia ditutup menguat tajam...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru