STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (28/5/2026) waktu setempat. Investor tengah mencermati perkembangan situasi di Timur Tengah serta konflik Ukraina. Meski indeks utama merosot, sektor pertahanan justru melaju kencang.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,49% ke posisi 625,11. Sebagian besar sektor berada di zona merah. Indeks FTSE 100 Inggris merosot 0,75% ke level 10.425,96. DAX Jerman melemah 0,34% ke posisi 25.092,25.
Indeks CAC 40 Perancis terkoreksi 0,23% ke level 8.188,87. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol turun 0,55% ke posisi 18.279,30. Hanya indeks FTSE MIB Italia yang melawan arus dengan kenaikan 0,50% ke level 49.825,32.
Pasar Eropa mengikuti pelemahan bursa Asia-Pasifik. Investor menimbang sinyal beragam dari negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut pembicaraan dengan Iran telah mengalami kemajuan.
“Kami akan memberikan setiap kesempatan untuk berhasil,” ujar Rubio. Ia menambahkan AS lebih memilih “jalur diplomatik yang dinegosiasikan.”
Namun, Presiden Donald Trump menegaskan tidak akan membiarkan Iran mengendalikan Selat Hormuz. Gedung Putih juga membantah laporan media Iran mengenai adanya nota kesepahaman (MOU). Melalui unggahan di media sosial, pihak kepresidenan menyebut laporan tersebut sebagai rekayasa total.
Di sisi lain, pasukan AS meluncurkan serangan baru di Iran pada hari Rabu. Seorang pejabat AS menyatakan tindakan militer itu bersifat terbatas. Langkah ini diambil guna merespons dinamika di lapangan.
Pejabat tersebut menjelaskan aksi militer itu “terukur, murni defensif, dan dimaksudkan untuk menjaga gencatan senjata.” Kondisi ini sempat membuat harga minyak dunia melonjak.
Berbeda dengan indeks secara keseluruhan, saham sektor pertahanan Eropa justru menguat. Sentimen positif datang setelah parlemen Ukraina meratifikasi perjanjian pinjaman senilai 90 miliar euro atau setara 104,6 miliar USD dari Uni Eropa.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat ini sedang berada di Swedia. Zelenskyy dan Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson akan mengumumkan kesepakatan penyediaan jet tempur Gripen bagi Ukraina. Sebelumnya, kedua negara telah menandatangani kesepakatan penjualan hingga 150 jet tempur Saab Gripen.
Saham Saab memimpin penguatan di indeks Stoxx 600 dengan kenaikan 7,4%. Produsen suku cadang tank Jerman, Renk, meningkat 5,4%. Exail Technologies asal Perancis melesat 13,2% dan Rheinmetall dari Jerman naik 4,2%.
Pada sektor lain, saham agen perjalanan online Spanyol, eDreams, melonjak 11,3%. Perusahaan membukukan laba kuartal keempat fiskal sebesar 60,6 juta USD. Angka ini naik dari periode yang sama tahun lalu.
Raksasa energi Polandia, Orlen, mencatatkan kenaikan laba inti kuartal pertama sebesar 22,8%. Hasil ini melampaui ekspektasi para analis. Harga saham Orlen pun terkerek naik lebih dari 1%.
Dari Amerika Serikat, data inflasi PCE menunjukkan kenaikan 0,4% secara bulanan pada April. Tingkat inflasi tahunan berada di posisi 3,8%. Inflasi inti tahunan tercatat sebesar 3,3%, sesuai dengan perkiraan pasar.

