STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (16/7/2026) waktu setempat. Pergerakan ini dipengaruhi kecemasan investor atas ketegangan militer antara Washington dan Teheran. Sentimen positif dari data inflasi Amerika Serikat (AS) yang mendingin mampu menahan penurunan lebih dalam.
Mengutip Investing, indeks STOXX 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,2%. Sebagian besar bursa utama di kawasan tersebut bergerak dalam rentang tipis. Indeks CAC 40 Perancis turun 0,05% ke level 8.377,86. Euro Stoxx 50 naik 0,25% ke posisi 6.281,00.
Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,54% ke level 10.572,24. DAX Jerman melemah 0,34% ke posisi 24.915,49. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat 0,15% ke level 19.304,10.
Pasar bereaksi terhadap data Producer Price Index (PPI) AS yang lebih rendah dari perkiraan. Kondisi ini membuat peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Juli turun menjadi hanya 10%. Namun, harga minyak mentah tetap tinggi akibat serangan militer AS di Iran.
Investor kini menantikan laporan pendapatan kuartalan raksasa semikonduktor TSMC. Hasil ini penting untuk mengukur daya tahan reli infrastruktur teknologi dan AI global. Sektor teknologi di Eropa sendiri sempat naik 0,5% pada awal perdagangan.
Musim laporan laba perusahaan kuartal kedua mulai berjalan. Laba STOXX 600 diproyeksikan naik 14,5% secara tahunan. Namun, pertumbuhan ini didorong lonjakan laba sektor energi sebesar 109% akibat guncangan pasokan di Timur Tengah.
Tanpa sektor minyak dan gas, pertumbuhan korporasi Eropa hanya berada pada angka 5,5%. Analis memperingatkan suku bunga domestik yang tinggi mulai membebani sektor konsumsi seperti otomotif. Investor kini memperhatikan bukti pengeluaran modal yang didorong oleh AI.
“Pasar ekuitas akan sangat sensitif terhadap apakah perusahaan dapat menunjukkan ketahanan margin yang kuat dan bukti jelas dari pengeluaran modal yang didorong oleh AI,” tulis laporan Investing.
Di sisi korporasi, saham Rotork melonjak 67,2%. Hal ini terjadi setelah ABB setuju membeli perusahaan tersebut senilai 5,5 miliar USD. Namun, saham ABB justru kehilangan 4,8% dari nilainya.
Saham Delivery Hero naik 0,3% setelah Uber meluncurkan tawaran pengambilalihan senilai 14,8 miliar USD. Publicis juga naik 4% karena pendapatan semester pertama yang lebih tinggi. Sebaliknya, Telenor anjlok 14% setelah memangkas prospek tahun 2026.
Beberapa perusahaan lain mencatat penurunan harga saham. Partners Group jatuh 5,8% setelah merilis hasil kuartalan. Saham Frasers juga turun 5% akibat meleset dari estimasi laba yang diharapkan pasar.
Indeks lain seperti AEX Belanda naik 0,41% ke posisi 1.102,38. SMI Swiss turun 0,28% ke level 14.267,19. Bursa Rusia mencatat koreksi dalam dengan RTSI turun 4,70% dan MOEX melemah 4,26%.

